0271-626499 redaksi.timlo@gmail.com
Timlo.net

TimloMagz

Ditinggal Nge-Mall, Sepatu Pun Bersih Berkilau

(foto: Tami)

Timlo.net – Seorang pemuda terlihat berjalan menuju outlet cuci sepatu milik Clean Bar di Solo Paragon Mall. Tak lama setelah berdiskusi soal harga dan layanan yang diberikan, pemuda tersebut mengeluarkan sepatu sneaker dari dalam tas plastik yang dibawanya.

“Saya tinggal belanja dulu, nanti sekitar satu jam an saya ambil ya mas,” terdengar ucapan pemuda tersebut kepada karyawan di dalam outlet.

Guna mencari informasi lebih lanjut, TimloMagz mencoba mengejar pemuda tersebut yang kebetulan belum jauh dari outlet, untuk menanyakan alasannya menggunakan jasa laundry sepatu Clean Bar.

“Soalnya nanti siang saya harus balik ke Sukabumi. Karena tidak ada waktu dan takut tidak kering kalau dicuci sendiri, saya kira solusi yang pas membawanya ke sini,” jawab pemuda yang mengaku bernama Imam Sutrisno (28) kepada TimloMagz.

Ya, jasa cuci sepatu di dalam mall memang belakangan ini cukup banyak dijumpai di sejumlah kota besar, tak terkecuali Solo. Salah satu pemain dan sekaligus pelopor jasa cuci sepatu didalam mall tersebut adalah Clean Bar.

Pemilik Clean Bar, Dryan Khaula Cahyadi Usman mengatakan, usaha jasa cuci sepatunya mulai beroperasi di Solo Paragon Mall sejak 2015. Alasan membuka usaha itu karena melihat prospek pasar dan tingginya kebutuhan masyarakat perkotaan yang sedikit memiliki waktu karena padatnya kesibukan.

“Sebelum fokus ke jasa cuci sepatu, awalnya konsep yang kita usung adalah one stop laundry, mulai dari tas, karpet,sepatu,pakaian dan lainnya. Namun semakin ke sini kok jasa cuci sepatu dan tas omsetnya terus bertambah besar. Hingga akhirnya pada Agustus 2015 kita beranikan untuk membuka jasa cuci sepatu di Solo Paragon Mall,” ujar mahasiswa UNS ini kepada TimloMagz.

Pemilihan lokasi di mall untuk dijadikan tempat usaha cuci sepatu, karena menurutnya dianggap cukup strategis. Mengingat mall adalah salah satu ruang public yang cukup banyak dikunjungi oleh banyak orang.

Setelah buka di Solo Paragon Mall itu, awalnya memang belum terlalu banyak yang berminat. Namun berkat keseriusan dan promosi yang gencar dilakukan, pada bulan berikutnya Driyan mengaku respon konsumen cukup positif dan omsetnya meningkat cukup signifikan. Bahkan sekarang, tercatat dalam sebulan sedikitnya mampu mengantongi pendapatan sekitar Rp 30 juta dari satu outlet usahanya tersebut.

Dari sanalah kemudian ia bersama tim mulai berfikir untuk mencoba mengembangkannya dengan membuat konsep kemitraan atau franchise. Hal itu dilakukan sebagai strategi untuk menyiasati minimnya modal.

“Awalnya memang dari Solo Paragon itu. Dan setelah kita buka info franchise ternyata antusias yang ingin jadi mitra cukup tinggi. Sekarang tercatat jumlah franchise Clean Bar di seluruh Indonesia yang sudah beroperasi ada sekitar 13 outlet,”jelasnya.

Driyan mengatakan, jasa cuci sepatu dan tas yang ditawarkan oleh Clean Bar berbeda dengan cara mencuci secara konvensional. Pasalnya tidak hanya memiliki tekhnik khusus tapi bahan baku yang digunakan untuk melakukan pencucian juga berbeda dengan detergen atau pembersih yang lain. Sehingga para pelanggan tidak perlu khawatir sepatu atau tas yang ingin dibersihkan akan mengalami kerusakan.

Sementara itu, ia menyampaikan untuk harga jasa yang dibandrol oleh Clean Bar sendiri bervariasi, yaitu mulai dari Rp 25-30 ribu untuk sepatu dan Rp 35-50 ribu untuk tas. Proses pengerjaan yang dilakukan juga terbilang relative cepat, karena dengan teknik yang digunakan itu proses pencucian bisa diselesaikan sekitar 30 menit. Sehingga para konsumen yang datang bisa menunggu ditempat atau ditinggal belanja terlebih dahulu sambil mencari kebutuhan yang lain di dalam mall.

Melihat prospek bisnis yang dikembangkan itu cukup cerah, ia berharap Clean Bar bisa menjadi peluang usaha baru bagi masyarakat.

“Dengan konsep kemitraan yang kita lakukan, harapannya Clean Bar bisa hadir di semua kota besar di Indonesia,” tandasnya.

Editor : Dhefi Nugroho

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge