0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

BNN Tangkap Empat Sindikat Narkoba Internasional

Badan Narkotika Nasional (BNN) menyita kurang lebih 37,25 kilogram sabu dan ekstasi sebanyak 26.005 butir. (merdeka.com)

Timlo.net – Empat jaringan narkotika internasional ditangkap di empat wilayah berbeda. Empat wilayah tersebut yaitu di Bandung, Sumatera Barat, Tarakan, dan Pekanbaru. Penangkapan tersebut ditelusuri oleh pihak BNN dalam kurun waktu satu bulan.

Badan Narkotika Nasional (BNN) menyita kurang lebih 37,25 kilogram sabu dan ekstasi sebanyak 26.005 butir. Sebanyak 14 tersangka juga diamankan, tiga diantaranya ditangkap di beberapa lapas.

Kepala BNN Komjen Budi Waseso menjelaskan lima tersangka terkait jaringan Bandung yang ditangkap adalah dua orang kurir JLP, ASH, dua orang pembeli LS, DN dan seorang perantara TKM. Satu di antara mereka diamankan di LP Narkotika Cipinang.

Satu orang kurir kata Budi Waseso, JLP ditangkap di Pom Bensin Rest Area Jakarta-Cikampek. Lalu ASH diamankan di Hotel Paradise Bandung, dan LS selaku pembeli diamankan di salah satu tempat karoke.

“TKM salah satu tersangka yang juga perantara kita amankan di lapas Cipinang Narkotika Cipinang,” kata Budi Waseso di kantor BNN, Jakarta Timur, Selasa (10/9).

Waseso menjelaskan pihaknya telah mengamankan 1.005 butir ekstasi, 5,97 gram tembakau mengandung narkotika, buku catatan peredaran ekstasi, 2 unit mobil, 9 unit ponsel, 11 kartu ATM, uang tunai sebesar Rp 9.801.000 dan 1 buah key BCA.

Pihaknya juga mengamankan tiga orang tersangka MUL, dan seorang narapidana di LP kelas II Binjai berinisial R. Budi memaparkan pihaknya melakukan penggerebekan di sebuah rumah di Sumatera Utara pada Jumat (8/9) dan mengamankan MAN.

Budi menjelaskan MAN ditangkap dalam rumah yang dijadikan pabrik pil ekstasi. Dalam penggerebekan tersebut pihaknya telah menyita tablet mengandung metamfetamin sebanyak 109 butir, dan 3 bungkus plastik berisi serbuk yang mengandung metamfetamin seberat 82,6 gram.

Setelah melakukan pengembangan dan melakukan pemeriksaan di rumah MR yang masih buron petugas menemukan cairan kimia dan terdapat sepucuk senapan soft gun. Petugas kata Waseso telah mengamankan MUL yang berperan mengantarkan prekursor. Dari MUL, petugas menyita shabu seberat 6,47 gram.

“Dari keterangan mereka kita mengetahui bahwa terdapat pengendali jaringan ini adalah R yang merupakan seorang napi di LP Kelas IIA Binjai, Sumatra Utara. Dan selanjutnya diamankan,” papar Budi.

Kemudian, pihaknya juga telah menangkap lima orang tersangka di Tarakan, Kalimantan Utara. Lima tersangka tersebut yaitu dua kurir yaitu A, H, pengendali kurir, AH, seorang pengemudi speed boat, dan AB yang sedang menjalani hukuman di lapas Klas II A Tarakan.

“AB yang kita tahu dia masih menjalani hukuman di LP Klas II A Tarakan. Dia adalah seorang pemodal yang mengendalikan dalam lapas,” jelas Budi Waseso.

Terakhir kata dia bersama dengan BNNP Riau pihaknya telah mengamankan jaringan peredaran narkotika internasional. Tim gabungan tersebut mengamankan dua orang pelaku yaitu Z seorang kurir dan J pengendali.

“Dari jaringan tersebut kami menyita sabu seberat 25,56 kg dan ekstasi sebanyak 25 ribu butir. J si pengendali melakukan perlawanan dan kami lakukan tindakan tegas dan meninggal saat dibawa ke rumah sakit,” pungkas Budi.

Atas tindakannya, ke empat belas tersangka tersebut dijerat dengan pasal 114 ayat (2) Jo Pasal 132 ayat (1), pasal 112 ayat (2) Jo Pasal 134 ayat (1), UU No.35 tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman maksimal pidana mati.

[bal]

Sumber: merdeka.com

Editor : Dhefi Nugroho

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge