0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Penelitian NASA Tunjukkan Fakta Mengejutkan Tentang Bulan

Gerhana bulan (merdeka.com)

Timlo.net—Para ahli dari NASA percaya jika tiga hingga empat miliar tahun lalu, bulan memiliki atmosfer sendiri. Menurut penelitian baru yang dilakukan badan antariksa Amerika Serikat (AS) itu, aktivitas vulkanis yang kuat mengeluarkan muntahan gas cair ke permukaan bulan.

Letusan gunung itu membawa senyawa gas seperti karbon monodioksida dan membentuk sebuah atmosfer sementara di sekitar bulan. Atmosfer itu ada selama kurang lebih 70 juta tahun sebelum akhirnya menghilang ke ruang angkasa.

Penelitian itu diterbitkan dalam jurnal the Earth and Planetary Science. Penelitian itu menyatakan jika atmosfer itu mencapai ketebalan maksimal sekitar 3,5 miliar tahun lalu. Atmosfer itu juga mengandung jejak sulfur dan air.  Letusan yang terjadi pada bagian dalam bulan bersifat panas. Letusan itu membentuk lautan lahar. Saat dingin, lahar itu membentuk tambalan basal gelap (dikenal sebagai maria) yang bisa kita lihat di permukaan bulan saat ini.

David Kring, staf peneliti senior Universities Space Research Association (USRA) dari the Lunar and Planetary Institute (LPI) turut terlibat dalam penelitian itu. Studi itu dikatakan bisa mengubah pandangan kita terhadap bulan.

“Penelitian ini secara dramatis mengubah pandangan kita terhadap Bulan dari tubuh bebatuan tanpa udara menjadi benda angkasa yang dulu pernah dikelilingi atmosfer yang lebih tebal dibandingkan yang mengelilingi Mars sekarang ini,” katanya kepada Phys.org.

“Saat Bulan memiliki atmosfer, benda itu tiga kali lebih dekat dengan Bumi dibandingkan sekarang ini dan akan terlihat tiga kali lebih besar di langit,” katanya.

Editor : Ranu Ario

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge