0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Kenapa Kebanyakan Metode Diet Tidak Berhasil?

Timbangan berat badan. (Dok: Timlo.net/ DoItYourself.com )

Timlo.net—Jika diet bisa dilakukan dengan mudah dan metodenya berhasil, maka industri diet tidak akan ada. Tapi puluhan juta orang menjalani diet setiap tahunnya. Kebanyakan mereka gagal memenuhi tujuan mereka. Saat diet tidak berhasil, kemungkinan besar berat Anda bertambah dan bukannya berkurang.Ada metode diet yang mengklaim bisa menurunkan berat badan secara signifikan dalam waktu singkat. Jika Anda mengikuti metode diet ini, tubuh Anda berpikir jika dia berada dalam tahap kelaparan. Tubuh akan mencoba untuk menyimpan setiap kalori yang tersisa untuk bertahan hidup.

Hal ini disebabkan oleh Leptin. Leptin adalah sebuah hormon yang dihasilkan sel lemak di dalam tubuh. Hormon itu berkurang saat kita menjalani diet. “Saat jumlah leptin menurun, otak merasakan jika lebih banyak energi perlu dibawa masuk. Rasa lapar naik supaya kita tergerak untuk makan untuk mengembalikan energi yang tubuh rasa perlu,” jelas Steven R. Hendrick, MD dilansir oleh Reader Digest.

Ada beragam metode diet baru yang ditawarkan. Tidaklah mudah untuk menolak janji metode diet yang menawarkan jalan yang cepat. Tapi berbagai ahli kesehatan menyarankan solusi yang sangat beragam untuk menurunkan berat badan.

Salah satu solusi jangka panjang disebut sebagai “intuitive eating”. Solusi itu lebih berupa pendekatan gaya hidup atau filosofi dan bukan pendekatan diet tradisional. Cara ini mengharuskan kita mendengarkan tubuh dan merawatnya dengan benar. Dengan cara ini, kita menghindari situasi otak melawan metode diet kita.

“Berbagai penelitian menunjukkan keefektifan dari intuitive eating. Saya setuju dengan menghargai rasa kenyang—makan saat Anda lapar, berhenti saat kenyang. Makan untuk mengisi tenaga bukan makan saat ada makanan di sekitar Anda, saya pikir, adalah sebuah pembeda yang sangat penting yang harus kita semua pertimbangkan,” ujar Dr. Steven.

Akan tetapi hal itu bukanlah berarti kita bisa makan pizza setiap kali lapar. Hal ini berarti Anda memberikan perhatian lebih pada tanda-tanda jika tubuh kenyang. “Untuk kesehatan yang baik, Anda perlu membuat keputusan yang baik. Anda bisa saja merasa baik dengan intuitive eating tapi berada dalam kondisi yang sangat tidak sehat dalam realitanya,” tambahnya.

Jika Anda pikir intuitive eating memerlukan kerja keras dan tekad yang kuat, Anda benar. Cara ini mengharuskan kita membuat pilihan makanan yang baik, dan mengabaikan semua pilihan yang tidak sehat yang ada.

“Jika Anda benar-benar mengikuti prinsip-prinsip yang diajarkan intuitive eating, saya pikir Anda bisa menurunkan berat beberapa kilo dan merasa baik secara mental dan fisik,” kata Dr. Steven.

Editor : Ranu Ario

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge