0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Kepsek SD yang Lecehkan Siswinya Akhinya Dicopot

Pemuka adat di Jembrana gelar sidang pelecehan siswi oleh kepala sekolah (merdeka.com)

Timlo.net — Pihak sekolah, Dinas Pendidikan dan tokoh adat bertemu menindaklanjuti laporan terhadap kepala sekolah di SDN 2 Yehembang Kangin, Kecamatan Mendoyo, Jembrana ke kepolisian. Kepala sekolah berinisial IBP dilaporkan atas tindakannya melecehkan sejumlah murid.

Pertemuan tersebut juga dihadiri IBP. Dalam pertemuan tertutup itu, dia mengakui perbuatan bejatnya.

Mendengar pengakuannya, semua bersepakat mencopot kepala sekolah. Mengenai penugasan selanjutnya akan dibuatkan SK setelah ada keputusan hukum tetap dari pengadilan bila terbukti bersalah.

“Terhitung sejak hari ini Dinas Pendidikan telah mencopot yang bersangkutan dari jabatannya dan sementara dipindahkan ke kecamatan sambil menunggu proses hukum,” terang Ketua Komisi A DPRD Jembrana, Ni Made Sri Sutarmi, Senin (9/10).

“Dinas Pendidikan juga sudah menunjuk PLH Kepala sekolah yakni diambil dari guru tertua di sekolah tersebut,” sambungnya.

Pihaknya sangat menyayangkan itu terjadi. Apalagi dilakukan seorang kepala sekolah yang merupakan tenaga pendidik.

Untuk proses hukumnya, sudah diserahkan kepolisian mengusut. Sedangkan untuk kedinasan, pihaknya telah mendorong inspektorat agar segera melakukan penanganan.

“Dari laporan inspektorat kepada kami, yang bersangkutan telah mengakui perbuatannya. Tadi inspektorat sempat meminta keterangan yang bersangkutan,” kata dia.

Meskipun yang bersangkutan telah dicopot dari jabatannya, Komisi A DPRD Jembrana dan Dinas Pendidikan menjamin proses belajar mengajar di sekolah tersebut tetap berjalan normal, tidak berpengaruh dengan kasus tersebut.

Diberitakan sebelumnya, IBP dilaporkan salah seorang siswi yang jadi korban pelecehan. Itu terungkap setelah orangtua korban melihat sikap anaknya yang murung saat akan berangkat piket pagi.

Usut punya usut, setiap jadwal piket pagi selalu digrayangi oleh Kepsek ini di ruang kerjanya. Korban diraba-raba dadanya dan diciumi bibirnya, jika berani melaporkan akan diancam untuk tidak diluluskan.

Korban juga menunjukkan dua temannya yang juga dilecehkan oleh IBP. Ketiganya akhirnya melapor ke Polres Jembrana.

Sementara itu Kasat Reskrim Polres Jembrana, AKP Yusak A Sooai, mengaku untuk saat ini pihaknya masih melakukan pemeriksaan terhadap tiga korban dan sejumlah saksi.

“Setelah pemeriksaan itu selesai baru dilakukan pemanggilan dan pemeriksaan terhadap terlapor (kepsek),” kata Yusak.

[lia]

Sumber : merdeka.com

Editor : Wahyu Wibowo

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge