0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Ambil Ganja, Karyawan Tambang Dibekuk Polisi

Ganja kering yang diamankan polisi (dok.timlo.net/achmad khalik)

Timlo.net — RD (27), seorang karyawan salah satu perusahaan tambang batubara terkenal di Kutai Timur, Kalimantan Timur, dibekuk petugas BNN Provinsi Kalimantan Timur. Dia tepergok petugas saat mengambil 600 gram paket ganja kering, yang dikirim dari Medan, Sumatera Utara, di kantor ekspedisi barang di Sangatta.

RD ditangkap Jumat (6/10) lalu, sekira pukul 11.00 Wita. Sebelumnya, petugas menerima informasi dan mengendus pengiriman paket ganja kering melalui jasa ekspedisi, dari Medan.

“Informasi itu, kami dapatkan dari BNN Provinsi Sumatera Utara ya,” kata Kepala BNN Provinsi Kalimantan Timur Brigjen Pol Raja Haryono, Senin (9/10).

Petugas BNN pun melakukan penyelidikan dan menyambangi salah satu kantor ekspedisi cabang Sangatta. Paket itu pun tiba di kantor ekspedisi tujuan.

“Petugas terus menunggu, siapa pemilik paket yang kita curigai kuat berisi ganja kering,” ujar Haryono.

Tidak lama, RD terduga pemilik paket datang mengambil. Tim langsung melakukan penindakan menangkap RD saat mengambil paket yang ternyata berisi 600 gram ganja kering.

“Tim terus bergerak, melakukan pengembangan ke rumah RD ini. Di rumahnya, saat kita geledah, kita temukan sisa ganja kering seberat 0,5 ons sisa pemesanan sebelumnya,” sebutnya lagi.

Sementara, Kabid Pemberantasan BNNP Kalimantan Timur AKBP Halomoan Tampubolon menambahkan, dari pemeriksaan awal RD merupakan pemakai ganja. “Hasil tes urinenya positif,” kata Tampubolon.

“Selain ganja kering, kita juga amankan 2 boks kertas linting, resi pengiriman barang, 36 pak kertas linting bekas pemakaian, serta kartu ATM dan 2 unit ponsel ya,” terangnya.

RD diketahui bekerja di salah satu perusahaan tambang batubara di Kutai Timur. “Tidak menutup kemungkinan, ganja-ganja ini digunakan di dalam lingkup antarkaryawan. Penyelidikan lanjutan sedang mengarah ke sana ya,” katanya.

RD tiba di kantor BNN Kalimantan Timur, di Jalan Rapak Indah, Samarinda, Minggu (8/10) kemarin. Dia kini meringkuk di sel penjara BNN. “Sekarang masih dikembangkan,” tutur Tampubolon.

[eko]

Sumber : merdeka.com

Editor : Wahyu Wibowo

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge