0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

207 Calon Wisudawan Unisri Dapat Pelatihan Kepribadian

Febriandanu saat memberi kiat menghadapi wawancara (dok.timlo.net/tyo eka)

Solo — Sebanyak 2017 calon wisudawan Universitas Slamet Riyadi (Unisri) Surakarta mendapat Pelatihan Pengembangan Kepribadian, di Aula Lantai III Gedung Unisri Solo, Senin (9/10). Pelatihan menghadirkan narasumber Wakil Rektor III bidang Kemahasiswaan Unisri Sutoyo dan Febriandanu dari FS Modeling.

“Pendidikan tinggi memang menuntut perguruan tinggi untuk tidak sekedar menerima mahasiswa tetapi juga musti memberi bekal khusus, seperti pengembangan kepribadian saat menjelang kelulusannya,” jelas Sutoyo.

Sutoyo mengatakan, tujuan kegiatan pelatihan pengembangan kepribadian ini untuk memberi bekal kepada setiap lulusan Unisri agar menjadi pribadi yang optimal, unggul dan percaya diri.

Dalam paparannya, Sutoyo mengemukakan, banyak orang yang memiliki motivasi, kemudian bertindak, namun kemudian mereka berhenti atau menyerah. Ini menunjukkan bahwa motivasi diri yang dimiliki masih kurang untuk mencapai sukses.

Lebih lanjut Ia memberi contoh kasus motivasi, ada orang mau mencari nafkah, tapi itupun kalau kebetulan ada yang mengajak atau ada peluang di depan mata. “Jika tidak ada, ya santai-santai saja,” ujarnya.

Tetapi, ada orang yang bekerja seharian. Setelah pulang dia belajar, memperdalam berbagai bidang berkaitan dengan karirnya. Misalnya, membeli buku, ebook, video, kursus atau bahkan memiliki bisnis sampingan baik sebagai sales, distributor MLM, jasa dan sebagainya.

Untuk itu, kata Sutoyo, cara ampuh memotivasi diri dalam bekerja, antara lain,tekatkan untuk memberikan konstribusi terbaik bagi perusahaan atau jadilah juara atau yang terbaik, Bersyukur dan Bekerja adalah ibadah, dengan kata lain ikhlas, bekerja sesuai dengan syariatatau bekerja yang halal.

Sementara itu, Febriandanu dari FS Modeling melatih bagaimana grooming saat menghadapi wawancara kerja. Apa itu grooming? Grooming antara lain menyangkut penampilan diri seseorang yang terjaga, menarik dan selalu rapi. Baik itu cara bersikap, berbusana, dan berkomunikasi, dari ujung rambut sampai ujung kaki tertata dengan rapi. Termasuk cara berjalan, duduk, berkomunikasi, berjabat tangan, dan lain-lain.

Dalam wawancara, kata Febriandani memberi kiat, agar jangan menggumam, berbicaralah dengan jelas dan penuh percaya diri. Tenangkan diri sebelum memasuki ruang wawancara kerja, jangan gelisah.

Selain itu, Febriandanu meminta agar perhatikan body language. Berikan jabatan tangan yang tegas dan cukup kuat. Duduk tegak. Lakukan kontak mata dengan pewawancara. Jangan lupa untuk tersenyum, dan sebagainya.

Editor : Marhaendra Wijanarko

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge