0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

DKS Bikin Peta Kesenian dan Kebudayaan di Solo

Pembahasan maping potensi seni budaya antara DKS dengan Dinas Kebudayaan (dok.timlo.net/heru murdhani)

Solo — Dewan Kesenian Solo (DKS) bertekad akan menyelesaikan pemetaan kesenian dan budaya di 51 kelurahan yang ada di Kota Bengawan, sebelum akhir 2017. Pemetaan ini difungsikan sebagai acuan dasar pembuatan database dan peta potensi kesenian berdasarkan wilayah kelurahan.

“Rencana besarnya adalah kita membuat sebuah peta, berdasarkan data-data potensi kesenian yang ada di Kota Solo. Baik potensi kesenian berbentuk pertunjukan, maupun yang lainnya seperti seni Lukis misalnya,” papar Ketua DKS BRM Bambang Irawan, Senin (9/10).

Dikatakan, selama ini Kota Solo memiliki potensi yang besar di bidang kesenian dan kebudayaan. Beberapa diantara kelompok kesenian tersebut telah mendapatkan atensi dari pemerintah kota. Meski begitu, masih banyak kelompok-kelompok kesenian lain yang juga memiliki potensi yang sama, tetapi tidak pernah tersentuh tangan pemerintah.

Secara nyata, DKS akan menurunkan tim ke kelurahan-kelurahan untuk melakukan pendataam kelompok kesenian tersebut. Data itu kemudian akan dilaporkan ke Dinas Kebudayaan untuk kemudian diberikan fasilitas-fasilitas seperti promosi, dan pelatihan.

“Dengan pendataan ini kita jadi tahu, berapa jumlah sanggar yang aktif di Kota Solo. Kemudian dengan peta yang akan kita buat, kita Dinas Kebudayaan bisa memberikan fasilitas berupa promosi. Contohnya, jika kita perlu kelompok keroncong, kita tinggal membuka data yang ada, sehingga dengan begitu terjadi pemerataan di tingkat sanggar yang ada di masyarakat.” katanya.

Pernyataan Bambang tersebut diaminkan Kepala Dinas Kebudayaan Solo, Kinkin Sultanul Hakim. Dirinya justru mendorong DKS untuk berperan aktif dalam penyelenggaraan dan penataan wajah kesenian di Kota Bengawan.

“Dari data yang kita miliki ada sekitar 340 sanggar yang ada di Solo. Meski begitu memang kita tidak bisa cek apakah sanggar tersebut aktif menyelenggarakan kegiatan kebudayaan atau tidak. Karenanya kita sangat terbantu dengan adanya pemetaan dari DKS ini.” urai Kinkin.

Mantan Kepala Arsip dan Perpustakaan Daerah (Arpusda) ini juga mengaku siap memberikan pelayanan kepada sanggar-sanggar kesenian yang ada.

“Ini sudah menjadi tugas kita, sebagai pengembangan kebudayaan. Tentu saja kami siap,” tegas Kinkin.

Editor : Marhaendra Wijanarko

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge