0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Fapet UGM Kirim Pakan Ternak untuk Pengungsi Gunung Agung

Bantuan pakan ternak untuk pengungsi Gunung Agung (dok.merdeka.com)

Timlo.net — Fakultas Peternakan (Fapet) UGM bekerjasama dengan Tim Posko Bersama mengirim suplai logistik pakan ternak bagi warga terdampak Gunung Agung, Karangasem, Bali. Bantuan pakan ternak ini didistribusikan untuk menghindarkan para pemilik hewan ternak naik ke kawasan zona merah untuk mengambil pakan ternak segar.

“Berdasarkan informasi dari Satuan Tugas (Satgas) Peternakan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), hingga saat ini ada sekitar 4.678 ternak terevakuasi dari zone merah atau di bawah jarak 12 km dari target 20 ribu posko yang terdistribusi dalam 40 posko,” terang Koordinator Posko Bersama, Bambang Suwignyo di Yogyakarta, Senin (9/10).

Bambang menjabarkan, dari 4.678 hewan ternak yang berhasil dievakuasi, 4.053 adalah hewan ternak sapi. Pendistribusian pakan ternak ini akan membuat pemilik hewan ternak tak perlu naik ke zona merah untuk mencari pakan ternaknya.

“Jika para peternak kembali ke zone merah, maka akan sangat berisiko dan membahayakan keselamatan peternak. Itu sebabnya, upaya menjauhkan orang dan ternak dari bahaya erupsi Gunung Agung bisa sia-sia jika setelah evakuasi dan berada di pengungsian pada zona aman, namun masih ada peternak yang masuk zona merah karena alasan mencari pakan ternaknya,” ujar Bambang.

Bambang menguraikan bahwa zona merah tidak dapat diketahui akan sampai kapan diterapkan. Semuanya, lanjut Bambang bergantung pada status Gunung Agung. Jika belum ada penurunan aktivitas dan status Gunung Agung maka zona merah masih akan diberlakukan.

“Kami juga bekerja sama dengan universitas setempat yaitu Universitas Udayana. Kami telah melakukan dropping pakan berupa konsentrat, sejumlah 21 ton. Sedangkan Universitas Udayana melakukan dropping jerami padi pada Sabtu-Ahad (7-8 Oktober 2017) kemarin,” tutur Bambang.

Bambang menambahkan bantuan pakan ternak ini diserahkan kepada Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Hal ini dilakukan karena BNPB menerapkan sisten satu pintu masuk dan keluar atas setiap bantuan yang masuk maupun keluar. [bal]

Sumber: merdeka.com

Editor : Marhaendra Wijanarko

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge