0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Hebat, Film Karya Anak-Anak Muda Ini Masuk Nominasi FFI

Film Babaran (merdeka.com)

Timlo.net –  Film karya sineas muda (pelajar) Purbalingga kembali masuk nominasi film pendek terbaik Festival Film Indonesia (FFI) 2017. Tak tanggung-tanggung, sesuai pengumuman resmi nominasi FFI 2017 pada Kamis (5/10) ada tiga film karya anak muda Purbalingga yang bersaing.

Ketiga film itu adalah ‘Babaran’ karya sutradara Meilani Dina Pangestika, ‘Lintah Darat’ karya sutradara Putri Zakiyatun Ni’mah dan ‘Nyathil’ garapan sutradara Anggita Dwi Martiana.

Sebelumnya pada tahun 2014, film dokumenter ‘Penderes dan Pengidep’ juga tercatat masuk nominasi FFI. Tahun 2012 film ‘Langka Receh’ dan ‘Mentari di Sambirata’ meraih Special Mention di FFI. Prestasi yang sama juga didapat film ‘Pigura’ di FFI 2010.

Direktur Cinema Lovers Community (CLC) Purbalingga Bowo Leksono mengatakan, keberhasilan tiga film pendek yang masuk nominasi FFI 2017 merupakan kebanggaan tersendiri bagi Kabupaten Purbalingga. Anak-anak dari desa ini setidaknya membuktikan bahwa mereka mampu melakukan kerja kolaboratif membentuk totalitas film mulai dari sutradara, skenario, penata kamera, dll.

Nominasi di FFI semakin mengukuhkan prestasi sebab sebelumnya Film Nyathil semisal telah memenangkan penghargaan Film Terbaik I Kategori Fiksi Lomba Film Pendek Pendidikan Anak dan Remaja 2017, Kemendikbud dan Nominasi Kategori Fiksi Pelajar Festival Film Kawal Harta Negara (FFKHN) 2017.

“Hal ini sangat membanggakan,” ujar Bowo Leksono

Sinopsis dari tiga film itu, film Babaran produksi Brankas Film SMA Negeri 2 Purbalingga berkisah tentang seorang sopir truk bernama Slamet yang dalam satu waktu mesti mengantarkan istrinya melahirkan sekaligus menuntaskan pekerjaan mengantarkan barang.

Sedangkan film Lintah Darat, produksi Sabuk Cinema SMA Negeri 1 Bukateja Purbalingga mengisahkan seorang rentenir bernama Nurohmat yang insyaf dari pekerjaannya.

Kemudian film fiksi berjudul Nyathil produksi Saka Sinema SMK Muhammadiyah 1 Bobotsari Purbalingga berkisah tentang seorang pelajar SMK yang berusaha membongkar dugaan praktik korupsi yang dilakukan oleh Kepala Desa dan perangkatnya terkait program bantuan renovasi rumah warga miskin.

Sutradara film Babaran, Meilani Dina Pangestika mengaku terkejut filmnya bisa masuk sebagai nominator FFI 2017. Di ajang tersebut, film garapannya itu akan diapresiasi oleh seluruh masyarakat Indonesia.

“Senang, kaget juga. Tidak menyangka bisa masuk nominasi. Semoga bisa mendapatkan hasil yang terbaik,” katanya.

Ketiga film sineas muda purbalingga bakal bertarung dengan tujuh film pendek lainnya yaitu film ‘Amak’ sutradara Ella Angel, ‘Buang’ sutradara Eugene Panji, ‘Jendela’ sutradara Randi Pratansa, ‘Kleang Kabur Kanginan’ sutradara Riyanto Tan Ageraha, “Pentas Terakhir” sutradara Triyanto ‘Genthong- Hapsoro, ‘Ruah’ sutradara Makbul Mubarak dan ‘Salam dari Kepiting Selatan’ sutradara Zhafran Solichin.

Selain ketiga film tersebut, film yang berkisah tentang perjalanan Cinema Lovers Community Purbalingga bertajuk Balada Bala Sinema juga masuk nominasi Dokumenter Panjang Terbaik. Film garapan sutradara Yuda Kurniawan produksi Rekam Docs ini mengambil momen 10 tahun penyelenggaraan Festival Film Purbalingga, sebuah festival film yang rutin diselenggarakan oleh CLC Purbalingga tiap tahun.

“Film ini diproduksi sebagai penghargaan kepada CLC Purbalingga atas dedikasinya membangun budaya produksi dan menonton film di Purbalingga khususnya, maupun di Banyumas Raya secara umum. CLC mungkin adalah satu-satunya Komunitas Film di Indonesia yang mampu menjalankan seluruh fungsinya sebagai media literasi film,” kata sutradara film, Yuda Kurniawan.

[bal]

Sumber : merdeka.com

Editor : Wahyu Wibowo

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge