0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Ini Kata Bupati Soal Batik

Bupati Karanganyar Juliyatmono, Wabup Rohadi Widodo bersama istri membatik dengan canting di media gambar potongan kain mori (timlo.net/raymond)

Karanganyar — Pengerjaan kain batik tulis menyita waktu dan energi. Namun, hasilnya dinilai jauh lebih bagus dibanding busana bercorak lainnya.

“Membatik itu susahnya setengah mati dan melelahkan. Sudah sepantasnya hasil karya batik itu dihargai, dijaga betul-betul warisan leluhur kita. Batik tidak hanya sekadar barang seni, namun alat pemersatu bangsa,” ujar Bupati Karanganyar, Juliyatmono di mBatik On The Street yang digelar di penggal Jalan Lawu saat Car Free Day (CFD), Minggu (8/10) pagi.

Di acara itu, Bupati bersama wabup Rohadi Widodo menjajal cara membatik tulis dengan cara tradisional. Sebuah potongan kain mori ukuran 30×30 sentimeter disiapkan telah tergambar pola. Gambar di pola itu logo HUT seabad Kabupaten Karanganyar. Di sini, mereka tinggal menebalkannya dengan cairan lilin panas.

Tampaknya, Bupati terburu-buru menggoreskannya sebelum seluruh lilin meleleh, sehingga menyisakan gumpalan-gumpalan kecil di pola.

Melihat hal itu, panitia mBatik On The Street segera mengganti dengan lilin cair di wajan lain.

Editor : Wahyu Wibowo

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge