0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Upacara Adat Wahyu Kliyu, Wujud Kebersamaan Warga Dusun Kendal

Sebaran apem memenuhi pelataran aula dusun Kendal, Jatipuro (timlo.net/raymond)

Karanganyar — Upacara adat wahyu kliyu yang diselenggarakan warga Dusun Kendal, Desa/Kecamatan Jatipuro, Karanganyar kembali digelar, Jumat (6/10) malam. Wujud kearifan lokal warga tersebut dimaknai permohonan doa agar diberikan perlindungan dari berbagai kesusahan.

Jelang tengah malam, masing-masing keluarga di lingkungan itu berkumpul di pelataran balai dusun untuk berdoa. Mereka juga membawa ubo rampe berupa kue apem buatan sendiri ke lokasi upacara adat. Diyakini, tirakat secara khidmat bakal membawa kebaikan bagi warga, sehingga beberapa hal perlu diperhatikan. Seperti wadah apem harus bersih atau baru dan disunggi di atas kepala atau pundak namun tidak boleh dijinjing. Tepat tengah malam, pemuka agama memberi komando dengan mengucap ‘Wahyu Kliyu’ berulang kali sambil melempar apem dari wadahnya ke pelataran balai dusun, diikuti semua warga. Tak berapa lama berlalu, pelataran beralas daun pisang sudah penuh berisi kue apem.

“Ucapan Wahyu Kliyu diyakini dari kalimat zikir Yaa Hayyu Ya Qoyyum. Yang artinya Allah maha pemberi kekuatan. Tradisi ini turun temurun dan sekarang menjadi obyek wisata religi di Karanganyar,” kata Camat Jatipuro, Eko Jati Hartoyo kepada wartawan.

Diceritakannya, ritual adat turun temurun ini sempat berhenti puluhan tahun silam karena wilayah tersebut dilanda paceklik. Namun, petaka justru mendera warga akibat serangan wabah, kekeringan, tanah merekah dan berbagai bencana yang disebut pagebluk. Akhirnya bedasar saran pemuka masyarakat, upacara adat wahyu kliyu kembali dilanjutkan.

Di sini, sebaran apem tidak lantas direbut warga. Kue beras itu dipersilakan diambil sepuasnya dari pelataran balai dusun. Sebagian membawa pulang kemudian disantap bersama keluarga atau keperluan ‘ngalap berkah’ sesuai keyakinannya.

Editor : Wahyu Wibowo

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge