0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Berkas Penipuan Pasutri Lengkap, Dugaan TPPU Makin Menguat

Kasatreskrim Polresta Solo, Kompol Agus Puryadi (doktimlo.net/achmad khalik)

Solo – Berkas kasus penipuan yang dilakukan pasangan suami istri (pasutri), Dina Yunita (40) dan Djody Wisnubroto (45) telah dilengkapi pihak Satreskrim Polresta Solo. Sebelumnya, berkas penipuan bermodus investasi emas ini dikembalikan oleh pihak Kejaksaan Negeri (Kejari) Solo lantaran mereka menilai ada unsur Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU).

“Sudah kami lengkapi semua berkas, termasuk acuan dari Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPAT) yang menguatkan adanya tindak pencucian uang,” terang Kasatreskrim Polresta Solo, Kompol Agus Puryadi, Minggu (8/10) siang.

Rencananya, berkas kasus dengan total nilai kerugian para korban mencapai miliaran rupiah ini akan diserahkan ke pihak Kejari, Senin (9/10) besok.

Menurut Kasat, pihak Kejari saat melakukan P19 atau pengembalian berkas ke Satreskrim Solo telah memberikan catatan terkait arah kasus tersebut. Sebelumnya, pihak Satreskrim hanya menjerat dua tersangka dengan Pasal 378 tentang penipuan atau penggelapan. Akan tetapi, arahan yang diberikan oleh Kejari pada TPPU juga kuat. Maka dari itu, Satreskrim mencari bukti lain dengan menggandeng pihak PPATK untuk menguatkan dugaan tersebut.

“Hasilnya, memang ditemukan dan mengarah ke TPPU,” jelas Kasat.

Jika berkas kasus tersebut telah dinyatakan P21 atau lengkap, maka pihak Kepolisian akan melimpahkan seluruh bukti dan tersangka ke pihak Kejaksaan.

Seperti diketahui, dua pasangan suami istri Dina Yunita (40) dan Djody Wisnubroto (45) warga Jalan Arifin No 10 RT 06/ RW 03 Kepatihan Kulon, Kecamatan Jebres, Kota Solo ditangkap Satreskrim Polresta Solo setelah muncul laporan dugaan penipuan pada Bulan Juli lalu.

Dari hasil pemeriksaan yang dilakukan, Dina Yunita bertugas sebagai mencari mangsa dengan menggelar seminar bisnis di sejumlah tempat. Setelah mangsa berhasil dijerat, maka tugas Djody Wisnubroto meyakinkan calon korban tersebut. Hingga akhirnya, korbannya mau untuk menginvestasikan uang hingga puluhan juta.

Dari hasil aksi tipu-tipu yang dilakukan keduanya, kerugian korban ditaksir mencapai Rp 2 Miliar lebih.

Editor : Wahyu Wibowo

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge