0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Jika Gunung Agung Erupsi, Ini Skenario Evakuasi Warga

Ibu ibu pengungsi sedang memasak (merdeka.com)

Timlo.net — ┬áSeiring dengan diperpanjangnya waktu penanganan darurat pengungsi, pihak BNPB telah menyiapkan berbagai cara untuk mengamankan pengungsi bila Gunung Agung erupsi. Kepala BNPB Willem Rampangilei menuturkan, ada berbagai skenario mengalihkan pengungsi terdekat dan jauh dari Gunung Agung bila terjadi erupsi. Pihaknya mengutamakan pengungsi yang terdekat dari Gunung Agung, untuk dievakuasi terlebih dulu.

Dia juga sudah mempertimbangkan evakuasi bila saat erupsi dibarengi hujan lebat. Sebab dimungkinkan banjir lahar dingin dan tentu berdampak pada wilayah di luar radius zona 12 kilometer.

“Kalau erupsi terjadi disertai hujan lebat. Itu akan memunculkan banjir lahar dingin yang bisa jadi akan berdampak pada kota Amlapura,” jelas Willem di Posko Komando Tanggap Darurat Gunung Agung, di Pelabuhan Tanah Ampo, Manggis, Karangasem Bali, Jumat (6/10).

Bila itu terjadi, pengungsi akan dibawa ke lokasi yang lebih jauh dan dirasa aman. Untuk itu akan ada rencana untuk pemusatan lokasi pengungsi.

“Untuk pemusatan lokasi pengungsi nantinya saat erupsi tiba masih sedang dalam proses. Kita masih mengumpulkan data yang akurat terkait jumlah pasti pengungsi yang ada,” jelasnya.

Untuk mitigasi bencana, BNPB mengaku mengalami kendala. Sebab, masih ada warga yang berada di zona berbahaya radius 12 kilometer, tidak mau mengungsi dengan alasan memiliki ternak yang harus diurus. Saat ini masih ada sekitar 10.000 ekor ternak warga yang belum dievakuasi dari zona berbahaya. Otomatis, warga pemilik ternak juga enggan mengungsi.

Untuk itu, Bupati Karangasem dikabarkan sudah menyiapkan lahan seluas 300 hektar. Lahan tersebut cukup untuk menampung ternak dan warga yang mengungsi.

[noe]

Sumber : merdeka.com

Editor : Wahyu Wibowo

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge