0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Dugaan Penyalahgunaan Narkoba, Hakim dan Panitera Ikuti Tes Urin

Dugaan Penyalahgunaan Narkoba, Hakim dan Panitera Ikuti Tes Urin Sragen – Satuan Reserse (Satres) Narkoba Polres Sragen menggelar pemeriksaan urin terhadap para hakim dan sejumlah pegawai negeri sipil (PNS) di lingkungan Pengadilan Negeri (PN) Sragen. Tes urin ini dilakukan untuk semua pegawai yang ada, tidak terkecuali Ketua PN. “Pemeriksaan ini kita lakukan untuk mengetahui ada tidaknya penyalahgunaan narkoba di lingkungan pengadilan,” kata Kasat Narkoba, AKP Joko Satriyo mewakili Kapolres Sragen AKBP Arif Budiman, Jumat (6/10). Joko menyampaikan, pemeriksaan Satres Narkoba ini dilakukan lantaran ada permintaan melalui surat resmi dari Ketua PN Sragen pada 18 Agustus lalu . Tes urin yang digelar di Aula PN Sragen ini diikuti 62 orang. Mereka adalah para hakim, panitera, karyawan dan pegawai honorer. Sebelum melakukan tes urin para pegawan dan karyawan terlebih dahulu mendapat briefing dari Ketua PN terkait penyalahgunaan narkoba di lingkungan penegakan hukum. Khususnya lembaga peradilan yang memang harus bersih dari pelanggaran hukum termasuk penyalahgunaan narkoba. Menurut Joko, seluruh pegawai kemudian melakukan absensi, membubuhkan tanda tangan baru kemudian diberikan tempat untuk melakukan tes urin sesuai nomer absensi. “Mereka kemudian menyerahkan urinnya dan dilakukan pemeriksaan dengan disaksikan secara bersama. Hasilnya juga bisa disaksikan oleh seluruh pegawai yang melaksanakan tes urin,” terang AKP Joko. Joko mengungkapkan, dari hasil tes urin yang dilakukan, seluruh pegawai PN sebanyak 62 orang yang mengikuti tes urin tersebut dinyatakan seluruhnya negatif. “Tidak ada pelanggaran penyalahgunaan narkoba maupun obat-obatan yang berbahaya lainnya,” ujarnya. Pemeriksaan urin di lingkungan PN Sragen oleh Satres Narkoba Polres Sragen (timlo.net/agung widodo)

Sragen – Satuan Reserse (Satres) Narkoba Polres Sragen menggelar pemeriksaan urin terhadap para hakim dan sejumlah pegawai negeri sipil (PNS) di lingkungan Pengadilan Negeri (PN) Sragen. Tes urin ini dilakukan untuk semua pegawai yang ada, tidak terkecuali Ketua PN.

“Pemeriksaan ini kita lakukan untuk mengetahui ada tidaknya penyalahgunaan narkoba di lingkungan pengadilan,” kata Kasat Narkoba, AKP Joko Satriyo mewakili Kapolres Sragen AKBP Arif Budiman, Jumat (6/10).

Joko menyampaikan, pemeriksaan Satres Narkoba ini dilakukan lantaran ada permintaan melalui surat resmi dari Ketua PN Sragen pada 18 Agustus lalu . Tes urin yang digelar di Aula PN Sragen ini diikuti 62 orang. Mereka adalah para hakim, panitera, karyawan dan pegawai honorer.

Sebelum melakukan tes urin para pegawan dan karyawan terlebih dahulu mendapat briefing dari Ketua PN terkait penyalahgunaan narkoba di lingkungan penegakan hukum. Khususnya lembaga peradilan yang memang harus bersih dari pelanggaran hukum termasuk penyalahgunaan narkoba.

Menurut Joko, seluruh pegawai kemudian melakukan absensi, membubuhkan tanda tangan baru kemudian diberikan tempat untuk melakukan tes urin sesuai nomer absensi.

“Mereka kemudian menyerahkan urinnya dan dilakukan pemeriksaan dengan disaksikan secara bersama. Hasilnya juga bisa disaksikan oleh seluruh pegawai yang melaksanakan tes urin,” terang AKP Joko.

Joko mengungkapkan, dari hasil tes urin yang dilakukan, seluruh pegawai PN sebanyak  62 orang yang mengikuti tes urin tersebut dinyatakan seluruhnya negatif.

“Tidak ada pelanggaran penyalahgunaan narkoba maupun obat-obatan yang berbahaya lainnya,” ujarnya.

Editor : Wahyu Wibowo

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge