0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Simulasi Rekayasa Lalu Lintas Jadi Bahan Evaluasi

Kawasan pembangunan Overpass Manahan (dok.timlo.net/achmad khalik)

Solo – Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Solo kembali melakukan simulasi Manajemen Rekayasa Lalu Lintas (MRLL) pembangunan overpass Manahan. Dari hasil simulasi yang dilakukan pada Rabu (4/10) kemarin, akan dijadikan acuan untuk lebih mematangkan strategi pemecahan titik-titik kemacetan yang terjadi.

“Hasil simulasi kemarin, telah kami evaluasi. Kedepan, akan dijadikan referensi untuk melakukan simulasi rekayasa lalu lintas pembangunan overpass kembali,” terang Kepala Dishub Kota Solo, Hari Prihatno, Jumat (6/10).

Menurutnya, hasil simulasi MRLL pembangunan overpass Manahan memberikan hasil yang luar biasa. Kepadatan lalu lintas di kawasan sekitar Manahan sangat sulit dipecah. Meski begitu, kepadatan terjadi pada jam-jam tertentu saja.

“Dari data kemarin, jumlah kendaraan yang datang dari arah barat sangatlah banyak. Kita agak susah memecah pergerakan lalin karena jumlah jalannya itu-itu saja,” terang Hari.

Kebanyakan, kata Hari, para pengguna jalan di Kota Solo mayoritas pekerja dan siswa sekolah yang hampir setiap hari melalui jalan yang sama di Kota Solo. sedangkan, menjelang pukul 09.00 ke atas arus kendaraan sudah mulai terkendali dan hanya beberapa titik saja yang mengalami kemacetan.

“Yang paling crowded saat jam sekolah atau berangkat kerja sama pulang sekolah dan pulang kerja,” terangnya.

Sementara itu, berdasarkan simulasi pertama yang diterapkan Rabu (4/10) lalu diperoleh hasil bahwa titik-titik crowded terjadi di kawasan Kerten, Purwosari, Jalan Sam Ratulangi, Gremet, Pasar Nongko, Jalan S Parman, Jalan Setiabudi, serta kawasan sekitar terminal Gilingan dan Ngemplak.

“Ini menjadi catatan sebagai acuan untuk dilakukan simulasi tahap berikutnya,” ujarnya.

Editor : Dhefi Nugroho

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge