0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Eggy Sudjana Dipolisikan, Polisi Pelajari Kasusnya Dulu

Eggi Sudjana (merdeka.com)

Timlo.net – Pengacara Eggy Sudjana dilaporkan ke Bareskrim Polri karena pernyataannya diduga telah menimbulkan rasa kebencian atau permusuhan individu dan atau kelompok masyarakat. Polisi sudah menerima laporan dari Sures terhadap Eggy Sudjana. Namun, laporan itu masih harus dipelajari terlebih dulu.

“Terkait laporan saudara Sures Kumar atas dugaan tindak pidana ujaran SARA saudara ES, bahwa benar kemarin kami menerima laporan tersebut di Bareskrim dan saat ini laporan tersebut sedang kami pelajari dan diselidiki apakah memenuhi unsur delik yang dilaporkan atau tidak,” kata Kabagpenum Divhumas Mabes Polri, Kombes Pol Martinus Sitompul di Jakarta, Jumat (6/10).

Martinus menegaskan, Polri bersikap kooperatif menerima semua pelaporan yang dilakukan masyarakat. Pihaknya tidak akan membeda-bedakan.

“Pada prinsipnya polisi wajib melayani laporan masyarakat,” ucapnya.

Sebelumnya, Ketua Perhimpunan Pemuda Hindu Indonesia, Sures Kumar melaporkan pengacara Eggy Sudjana ke Bareskrim Polri, Jakarta Pusat, Kamis (5/10). Eggy dilaporkan atas dugaan pernyataannya yang menimbulkan rasa kebencian atau permusuhan individu dan atau kelompok masyarakat. Pernyataannya menyinggung suku, agama atau ras dan antar golongan (SARA).

“Ada video viral di media sosial, kemudian ada Pak Eggy memberikan statemen yang agak mengganggu rasa Kebhinekaan kita sebagai Warga Negara Indonesia,” kata Sures, Kamis (5/10).

Sures menuturkan, dalam video itu Eggy menyebut jika ‘pemeluk agama selain muslim itu bertentangan dengan Pancasila. Sehingga, kalau Perppu Ormas disetujui, maka agama yang lain harus dibubarkan’.

“Menurut kita itu sangat mengganggu dan berpotensi menimbulkan kegaduhan sosial,” ujarnya.

Dalam laporannya ke polisi, Sures membawa bukti video dan berita dari tiga media online pada 19 September 2017 yang memuat pernyataan Eggy Sudjana. Dia disangkakan Pasal 45A ayat (2) dan atau Pasal 28 ayat (2) UU Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU Nomor 11 tahun 2008 tentang ITE.

“Enggak, kita alat buktinya video sama media online, kliping media online CNN, Detik sama Kompas, dan satu rekaman video. Dan kalau berita media online itu sama dengan youtube-nya 19 September,” ucapnya.

[noe]

Sumber: merdeka.com

Editor : Dhefi Nugroho

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge