0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Duh… Widyantoro Diskors Satu Tahun

Pelatih Persis Widyantoro (kedua dari kiri) dan I Komang Putra (ketiga dari kanan) hanya bisa menyaksikan timnya bertanding dari tribun penonton dalam laga melawan PSPS Riau di Stadion Manahan, Jumat (6/10) sore. (foto: Aryo Atmaja)

Solo – Awan gelap menggelayut di skuad Laskar Sambernyawa Persis Solo, di tengah perayaan lolos ke babak delapan besar Liga 2. Komisi disiplin PSSI menjatuhkan skors kepada pelatih Widyantoro, Jumat (6/10) dini hari. Atas saat-saat menjelang Persis melakoni laga penentuan melawan PSPS Riau sore tadi.

Alhasil saat pertandingan sore tadi, Widyantoro tak tampak di bench pemain untuk memimpin anak asuhnya. Pria yang akrab disapa Wiwid ini berada di kursi VVIP Stadion Manahan bersama pengurus Persis lainnya.

Ternyata, Widyantoro dalam status terhukum oleh PSSI. Sanksi yang teramat berat harus ditanggung pelatih asal Magelang tersebut. Yakni denda 12 bulan bagi Wiwid tidak boleh berkecimpung di dunia sepak bola ataupun sebagai pelatih Persis.

Tidak hanya itu, Persis harus didenda Rp 100 juta. CEO Persis Solo, Bimo Putranto menuturkan manajemen Persis baru mendapat pemberitahuan berupa surat elektronik dari Komdis PSSI sesaat sebelum pertandingan. Sanksi yang diterima Widyantoro adalah saat Persis mengalahkan Cilegon United di Manahan pekan lalu.

Sanksi tersebut juga didasari oleh laporan match commissioner yang mencatat bahwa Widyantoro telah melakukan sikap tak terpuji dengan indikasi menendang wasit serta berbicara tidak pantas terhadap perangkat pertandingan.

“Suasana yang membuat Solo bahagia, karena kemenangan yang membuat Persis masuk ke babak delapan besar. Namun kami bersedih dengan adanya surat dari PSSI yang memberikan sanksi kepada pelatih 12 bulan tidak boleh mendampingi dan denda Rp 100 juta. ” ujar Bimo Putranto seusai pertandingan, Jumat sore.

“Jelas kami akan segera banding atas sanksi yang sangat tidak masuk akal ini,” imbuh Bimo.

Widyantoro menyerahkan nasibnya kepada manajemen Persis atas kasus yang menimpanya. Eks allenatore PSS Sleman ini memberikan apresiasi kepada seluruh pemainnya yang berjuang habis-habisan dan melaju ke babak delapan besar Liga 2.

“Anak-anak tegang, kami diberikan hasil maksimal bisa lolos ke delapan besar. Sempat berat saya tidak bisa mendampingi tim ini sejak awal pertandingan tadi,” jelas dia.

Editor : Dhefi Nugroho

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge