0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Ternak Kambing “Boerka” Lebih Menjanjikan, Ini Alasannya

Kepala Balai Penelitian dan Pengembangan Pertanian Loka Penelitian Kambing Potong Dr Ir Simon Elieser MSi saat memberikan Kuliah Umum di UNS (dok.timlo.net/tyo eka)
Solo — Usaha pengembangan ternak kambing potong prospeknya sangat bagus karena permintaan ekspor daging kambing cukup tinggi, seperti negara Brunei Darusalam, Malaysia bahkan untuk  Arab Saudi mencapai 2,5 juta ekor per tahun. Bila dibandingkan dengan komoditas ternak yang lain, ternak kambing termasuk yang paling rendah peningkatan populasinya.
Demikian ungkap Kepala Balai Penelitian dan Pengembangan Pertanian Loka Penelitian Kambing Potong Dr Ir Simon Elieser MSi saat memberikan Kuliah Umum di hadapan mahasiswa dan dosen Program Studi Peternakan FP UNS, di Kampus UNS, Solo, Jumat (6/10).
Simon mencontohkan, selama ini Loka Penelitian Kambing Potong Galang Sei Putih Sumatera Utara tengah mengembangkan kambing “Boerka” hasil persilangan antara pejantan kambing unggul  Boer (tipe pedaging)  dan indukan kambing Kacang (beranak banyak).
“Kambing hasil silangan ini lebih unggul dibanding kambing lokal, yaitu pertumbuhannya cepat dan bobot tubuhnya lebih besar. Daya adaptasi terhadap lingkungan tropik-basah pun sangat baik,” jelasnya.
Simon mengungkapkan, kambing Boerka rata-rata memiliki bobot lahir 42% lebih berat dibanding kambing kacang. Bobot lahir anak jantan cenderung lebih tinggi dibanding anak betina. Sejak disapih sekitar umur 3 bulan hingga dewasa sekitar lebih dari 18 bulan, bobot tubuh kambing Boerka jantan rata-rata lebih tinggi 36-45%,  untuk Boerka betina lebih tinggi 26-40% dibanding Kambing Kacang. Pada umur 12-18 bulan, kambing Boerka jantan mencapai bobot tubuh 26-36 kg atau memenuhi persyaratan ekspor.
“Kambing Boerka berpotensi dikembangkan secara komersial untuk tujuan ekspor,” jelas Simon.
Editor : Marhaendra Wijanarko

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge