0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Setelah Didesak, PT Sakti Dibolehkan Beli Gabah Petani 

Ilustrasi (dok.timlo.net/agung widodo)
Sragen — PT Sukses Abadi Karya Inti (Sakti), Sidoharjo akhirnya bersedia lagi untuk membeli gabah dari petani, setelah mendapat desakan dari DPRD Sragen dan kelompok tani (Poktan). Pihak PT Sakti juga buka suara tentang sebab yang membuat berhenti untuk beli gabah tersebut.
“Sebenarnya kami membeli barangnya sudah sesuai harga pasar. Sekarang mana ada bisnis yang car harga tinggi, pasti yang paling murah lah,” kata Head Outsorching PT Sakti, Amir Sutjahjo Tjandra Irawan, kemarin.
Dalam audiensi antara Poktan, Dinas Ketahanan Pangan (Ketapang), dan PT Sakti dengan DPRD Sragen, Rabu (4/10), Amir mengungkapkan, pihaknya memang sempat tidak berani membeli gabah petani lantaran merasakan ada situasi yang tidak kondusif. Ada pihak pengusaha beras di Sragen yang keberatan karena merasa tersaingi.
Padahal, menurutnya harga pembelian gabah ke petani yang diterapkan PT Sakti sebenarnya juga mengikuti mekanisme pasar. Soal ada kalangan pengusaha yang menganggap harga PT Sakti terlalu tinggi, menurutnya itu hanya persepsi.
Wakil Ketua DPRD Sragen, Bambang Widjo Purwanto yang memimpin audiensi tersebut sempat geram mendengar pernyataan pihak PT Sakti. Dia meminta Pemkab melalui Dinas Ketahanan Pangan (Ketapang) Sragen untuk mengijinkan kembali PT Sakti membeli gabah dari petani.
“Mestinya Pemkab tidak bisa melarang atau menekan harga karena harga tinggi itu juga membantu petani,” tandas Bambang.
Desakan tersebut tersebut membuahkan hasil. Disketapang akhirnya mengijinkan lagi PT Sakti untuk membeli gabah dari petani, tapi harus dengan rekomendasi.
Kepala Disketapang, Muh Djazairi mengakui Pemkab sempat dilematis lantaran beberapa waktu lalu ada kelompok pengusaha penggilingan padi yang hendak demo meminta PT Sakti dilarang membeli
gabah petani. Alasannya PT Sakti dianggap membeli dengan harga di atas pasaran.
“Makanya sekarang Poktan bisa jual langsung tapi pakai rekomendasi dari kami biar nggak ada broker-broker lagi,” paparnya di hadapan forum.
Editor : Marhaendra Wijanarko

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge