0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Pengembangan Pariwisata Soloraya Butuh Kolaborasi Bersama

Suasana FGD yang digelar Angkasa Pura I (dok.timlo.net/setyo pujis)

Solo — PT Angkasa Pura I mengajak para pemangku kepentingan di industri pariwisata di Soloraya untuk menyiapkan masterplan pariwisata. Dengan adanya masterplan dan sinergisitas tersebut ditargetkan pada 2025 jumlah kunjungan wisman dan wisnus bisa mencapai 3,5 juta orang.

“Dengan adanya forum bersama ini kita ingin mengajak para stake holder untuk bisa saling berkolaborasi. Baik untuk membuat paket pariwisata, penyiapan infrastruktur serta sarana penunjang yang lain di Soloraya,” ujar Direktur Pemasaran dan Pelayanan Angkasa Pura I , Moch Asrori disela kegiatan focus group discussion (FGD) bertajuk Collaborative Destination Development (CDD) Soloraya, di Aston Solo Hotel, Kamis (5/10).

Upaya sinergisitas antara Pemerintah Daerah serta pelaku industry pariwisata di Soloraya menurutnya sangat penting dilakukan. Hal itu mengingat potensi pariwisata yang dimiliki Soloraya cukup potensial, namun hingga sekarnag belum sepenuhnya tergarap dengan maksimal.

Bahkan hasil evaluasi yang dilakukan, pada semester pertama tahun ini jumlah kunjungan wisatawan mancanegara (Wisman) di Bandara Internasional Adi Soemarmo tercatat turun sekitar 26 persen jika dibanding tahun sebelumnya.

Direktur Utama PT Angkasa Pura I, Danang S Baskoro dalam keterangannya juga menyampaikan, melalui konsep CDD sebagai forum kolaborasi berbagai pemangku kepentingan didaerah diharapkan bisa menjadi pendukung pengembangan pariwisata di Soloraya.

“Pada 2025 ditargetkan 3,5 juta wisatawan datang ke Soloraya. Yang terdiri dari 3 juta wisatawan nusantara, dan 500 ribu wisatwan mancanegara,” terangnya.

 Oleh karena itu, pada masterplan ini lanjut Danang terdapat beberapa poin yang perlu dibahas. Diantaranya adalah atribut destinasi utama, infrastruktur, pengembangan SDM, budaya ramah pariwisata, keamanan, penyesuaian kebijakan udara, stimulus investasi, konservasi lingkungan dan pemasaran.

Sementara itu, Tenaga Ahli Menteri Bidang Aksesibilitas Udara Kementerian Pariwisata, Robert D Waloni menambahkan, untuk memaksimalkan potensi pariwisata di wilayah Soloraya, semua stakeholder yang mendapatkan manfaat pariwisata harus bisa berkontribusi agar bisa menyiapkan paket wisata serta pembukaan penerbangan baru.

 “Sehingga tidak hanya ide saja, tapi kita harapkan melalui CDD ini kedepan semua stakeholder bisa menghasilkan colaborasi project bersama,” terangnya.

Terkait adanya egosentris antara masing-masing daerah di Soloraya yang selama ini sebagai penghambat pengembangan pariwisata, menurutnya diperlukan adanya badan khusus yang bertugas untuk merumuskan visi dan misi bersama.

Editor : Marhaendra Wijanarko

Komentar Anda

loading...
KEMBALI KE ATAS badge