0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

PDAM Wonogiri Bendung Bengawan Solo, Ini Sebabnya

Pegawai PDAM Wonogiri membendung aliran Sungai Bengawan Solo di Kajen, Giripurwo dengan karung berisi pasir (dok.timlo.net/ist)
Wonogiri — Penutupan pintu air Waduk Gajah Mungkur (WGM) berimbas pada menurunnya debit air di instalasi pengolahan air (IPA) induk milik PDAM Giri Tirta Sari di Kajen, Wonogiri. Meski begitu, pasokan air bersih untuk wilayah Wonogiri masih aman.
“Benar, karena ada penutupan pintu air WGM, suplai air menuju sungai Bengawan Solo debitnya berkurang drastis. Padahal mesin pompa air menuju IPA Induk dipasang persis dialiran sungai tersebut. Mulai tadi pagi, kita membuat bendungnya,” ungkap Dirut PDAM Giri Tirta Sari Wonogiri, Sumarjo, Kamis (5/10).
Dengan  ratusan karung berisi pasir, beber Sumarjo, aliran sungai Bengawan Solo yang terletak di Lingkukan Kajen, Giripurwo pun dibendung. Hal demikian dimaksud agar pasokan air baku menuju bak penampungan IPA induk tidak mengalami keterlambatan. Idealnya, kata Sumarjo, debit air bersih dari IPA induk adalah 60-80 liter perdetik, namun setelah adanya penutupan pintu air WGM debit air menjadi 30 liter perdetik, itupun setelah pihaknya membendung aliran sungai.
“Kalau tidak segera dibendung atau menunggu besok, IPA induk bisa kering,” kata mantan Kabag Perekonomian Setda Wonogiri itu.
Penutupan pintu air WGM yang menuju aliran Sungai Bengawan Solo sudah kerap terjadi bahkan saban tahun. Hal itu dilakukan lantaran adanya perbaikan dan perawatan saluran irigasi di Dam Colo timur dan barat.
Meski demikian, pasokan air bersih untuk wilayah Wonogiri dan Selogiri menurut Sumarjo tidak mengalami kendala. Pasalnya, masih adu dua IPA yang menyuplai air bersih dengan debit cukup tinggi. Dua IPA tersebut yakni IPA Kuryo (Karanganyar) dan Grobok.
“Beruntung,dari dua IPA itu debitnya besar, jadi pasokan air bersih tidak ada kendala, ya jika ada itu sangat kecil,” tandasnya.
Editor : Marhaendra Wijanarko

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge