0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Pertengahan Sura, Radya Pustaka Cuci Pusaka

Petugas Museum Radya Pustaka mencuci pusaka di serambi belakang museum, Kamis (5/10) (dok.timlo.net/ichsan rosyid)

Solo — Museum Radya Pustaka Solo mengadakan upacara mencuci (jamasan) pusaka di pertengahan Bulan Sura, Kamis (5/10). Upacara dilaksanakan di serambi belakang museum. Upacara tersebut rutin digelar setiap bulan pertama dalam perhitungan kalender jawa.

“Kita pilih yang sudah kotor dan berkarat,” kata Kepala Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Museum Surakarta, Bambang MBS, di sela acara.

Dari ratusan pusaka berupa senjata tajam koleksi Museum, dipilih 16 pusaka yang dinilai membutuhkan perawatan. Selain kondisinya yang sudah kotor dan berkarat, pusaka diseleksi berdasarkan nilai sejarahnya.

“Ada peninggalan Mataram, Majapahit, bahkan Kerajaan Buddha,” katanya.

Beberapa di antaranya sudah sangat tua hingga berusia ratusan tahun. Saking tuanya, para petugas yang menjamas pusaka-pusaka itu harus bekerja dengan hati-hati. Satu per satu pusaka dicuci dengan air kelapa, ramuan perasan jeruk, buah pace, dan abu halus. Selanjutnya pusaka digosok dengan sabut kelapa hingga mengkilap.

Terakhir, pusaka digosok dengan cairan warangan. Tujuannya agar pamor atau motif yang ada pada pusaka muncul. Pada tahap ini petugas harus ekstra hati-hati karena cairan warangan ini mengandung racun arsenik.

“Racun arsenik sangat kuat. Kalau tidak hati-hati bisa terluka dan racunnya masuk ke tubuh,” tambahnya.

 

Editor : Marhaendra Wijanarko

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge