0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Suburnya Tanaman Petani di Pinggir Waduk yang Mengering

Pasang surut area genangan WGM dimanfaatkan warga untuk bercocok tanam. (foto: Tarmuji)

Wonogiri – Surutnya genangan air Waduk Gajah Mungkur (WGM) membawa berkah bagi warga setempat. Bekas genangan air waduk dimanfaatkan untuk bercocok tanam.

“Sejak air surut, belum sampai kering, warga kami sudah bersiap-siap bercocok tanam. Biasanya padi dan palawija,” tutur Kepala Desa (Kades) Boto Kecamatan Baturetno, Edy Suroso Wibowo, Rabu (4/10).

Warga di sejumlah kecamatan memanfaatkan momen itu. Meliputi Kecamatan Baturetno, Nguntoronadi dan sebagian Giriwoyo, kemudian wilayah barat seperti Kecamatan Wuryantoro, Eromoko dan sebagian Pracimantoro. Hal ini sudah mereka lakukan secara turun temurun.

“Biasanya kalau musim seperti ini cocok untuk tanaman jagung dan cabai, tapi kalau yang masih dekat dengan air berani tanam padi,” kata dia.

Seorang petani asal Desa Minggarharjo Kecamatan Eromoko, Warjo mengungkapkan, saat kemarau ia memanfaatkan lahan genangan untuk menanam tembakau. Menurutnya tanah bekas genangan waduk cukup subur ditanami tembakau. Untuk pengairan, dia memilih membuat sumur pantek.

“Beberapa tahun belakangan ada program kerjasama dengan produsen rokok, warga Eromoko lebih memilih menanam tembakau, karena harganya lumayan melejit,” bebernya.

foto: Tarmuji

Alternatif lain, tanaman bawang merah juga dinilai cocok ditanam di tanah tersebut.

“Banyak sudah panen bahkan menikmati hasilnya, malah di kecamatan ini belum lama ini diberi bantuan berupa demplot bawang merah dari Pemkab,” tandasnya.

Editor : Dhefi Nugroho

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge