0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Sempat Tutup Jalan Tol, Akhirnya Warga Membubarkan Diri

Warga Dusun Dlimosari, Desa Tangjungsari, Banyudono, membubarkan diri setelah dua hari melakukan demo di proyek jalan tol Soker (dok.timlo.net/nanin)

Boyolali — Setelah sempat bermalam di lokasi jalan yang ditutup proyek jalan tol, puluhan warga Dusun Dlimosari, Desa Tangjungsari, Banyudono, Rabu siang (4/10), akhirnya mau membubarkan diri. Warga bersedia bubar setelah pihak proyek jalan tol bersedia membuka kembali jalan yang tertutup proyek.

“Pihak proyek bersedia membangun kembali jalan, namun minta waktu empat bulan,” kata Kapolsek Banyudono AKP Suradi di hadapan warga.

Warga diminta menahan diri dan tidak mengelar demo selama empat bulan. Bila nantinya pihak pengelola proyek ingkar janji, Kapolsek mempersilahkan warga untuk mengelar aksi demo.

“Sementara bubar terlebih dahulu, kembali ke aktivitas,” ujar Kapolsek.

Wargapun kemudian membubarkan diri dengan membongkar tenda dan membuka jalur yang ditutup menggunakan tali. Salah satu warga, Jujuk, mengaku akan menunggu terealisasinya janji tersebut. Dijelaskan, pihaknya selama ini sudah mengajukan permohonan ke pelaksana proyek agar jalan utama yang menghubungkan Dusun Dlimosari dengan Dusun Jomboran agar dibuka kembali.

“Tapi tidak digubris, akhirnya kita menggelar demo,” ujarnya.

Jalan yang ditutup proyek jalan tol Semarang-Solo, ruas jalan Salatiga-Boyolali, merupakan jalur perekonomian warga Dlimosari, terutama dalam bidang pertanian. Bila ditutup, warga akan kesulitan menjual hasil pertanian.

“Hasil pertanian, harga tanah tidak akan ada harganya, kampung kita jadi mati, kita dijauhkan dari warga Jomboran, akses jalan harus dibuka,” tandasnya.

Editor : Marhaendra Wijanarko

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge