0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Aplikasi Kencan Indonesia Ini Khusus Untuk yang Ingin Poligami

AyoPoligami. (dok: timlo.net/ nextshark.com )

Timlo.net—Aplikasi Android untuk pria dan wanita Indonesia yang tertarik berpoligami menimbulkan kontroversi dan perdebatan, tulis South China Morning Post. Poligami dianggap sah secara hukum di Indonesia. Seorang pria diizinkan menikahi hingga empat wanita.

Lindu Pranayama adalah pengembang aplikasi bernama AyoPoligami itu. Pria berusia 35 tahun itu berkata ide itu muncul setahun lalu. Saat itu dia melihat-lihat sebuah aplikasi kencan. “Banyak pria ingin berpoligami tapi saat mereka mencoba situs atau aplikasi kencan biasa mereka tidak melihat pilihan untuk berpoligami,” kata Lindu dilansir dari South China Morning Post.

Aplikasi itu memiliki 10 ribu orang pendaftar begitu dirilis April 2017. Sekitar 60 persen anggota adalah para pria. Dalam aplikasi tersedia ruang chat khusus pria dan khusus wanita untuk mendiskusikan pengalaman berpoligami atau meminta saran.

Aplikasi itu juga mengizinkan pengguna menyapu ke kanan atau kekiri saat membuka profil anggota lain. Seperti halnya pada aplikasi Tinder, sapuan ke kanan atau kiri menunjukkan ketertarikan bertemu. Dalam hukum Indonesia, seorang pria perlu izin resmi dari istri pertamanya dan penerimaan dari pengadilan agama supaya bisa berpoligami. Para ahli hukum berkata beberapa pria mencoba menghindari proses ini.

Lindu berkata keamanan aplikasi itu diperketat setelah akun-akun palsu muncul. Aplikasi itu akan menerima kembali anggota pada Kamis (5/10), katanya. Aktivis hak perempuan Zakia Tunisa berkata jika aplikasi itu mengejutkan dan menjengkelkan. “Aplikasi itu memberikan sebuah dorongan supaya poligami diterima masyarakat dan mungkin bisa mendorong wanita menerimanya,” ujar Tunisa, seorang aktivis Women’s Solidarity for Human Rights.

“Kenyataannya para wanita cenderung menjadi korban kekerasan rumah tangga dalam pernikahan poligami—poligami adalah bentuk kekerasan terhadap wanita,” ujar Komisioner Komisi Nasional Anti Kekerasan Terhadap Perempuan.

Tiga pengguna wanita berbicara kepada Reuters. Identitas ketiganya disembunyikan. Mereka berkata mereka terbuka untuk dipoligami. Seorang pengguna berkata jika dia pribadi terbuka tapi orang tuanya menentang pernikahan poligami.

Iyus Yusuf Fasyiyah, adalah seorang pengguna aplikasi itu. Pria berusia 37 tahun itu menikah dengan dua wanita. Dia menggunakan “AyoPoligami” untuk membicarakan pengalaman berpoligami dengan para anggota lain.  “Saya dan kedua istri saya, kami berkomitmen menunjukkan orang jika poligami tidaklah semenakutkan yang mereka pikir,” katanya.

Editor : Ranu Ario

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge