0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Tim Gabungan Periksa Ratusan Senjata yang Tertahan di Bandara

Tim gabungan memeriksa fisik senjata dan amunisi yang tertahan di Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten. (merdeka.com)

Timlo.net – Tim gabungan memeriksa fisik senjata dan amunisi yang tertahan di Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten. Dikutip dari akun Instagram @divisihumaspolri, pemeriksaan bersama atau gabungan dilakukan terhadap senjata dan amunisi milik Brimob, berupa 280 pelontar granat jenis Arsenal Stand Alone Grenade Launcher (SAGL) kaliber 40×46 mm dan 5.932 butir amunisi granat.

Pemeriksaan yang dilakukan pukul 08.00 WIB, Rabu (4/10) itu, dipimpin oleh Kabid P2 Bea dan Cukai Bandara Soekarno Hatta, Hengki Aritonang didampingi oleh Solomo.

Tujuan pengecekan gabungan disebut untuk menuntaskan dan menyelesaikan berita yang selama ini menjadi simpang siur terkait dengan kedatangan senjata pengadaan Polri yang tertahan di bandara.

Dalam pemeriksaan tersebut ikut hadir sejumlah petugas lintas instansi yang memiliki kompetensi dan kewenangan dalam melakukan pemeriksaan. Mereka yakni: Dandenpom Tanggerang, Letkol Tri Cahyo; personel Mabes Polri, Kombes Pol Dwi Suryo Cahyono; Dansatlat Korps Brimob Kombes Pol Wahyu; Kabag Log Korps Brimob, Kombes Wahyu Widodo; anggota BAIS TNI, Mayor Armada; Sesro Paminal Polri, Kombes Pol Agung Wicaksono; Kabid Propam Korps Brimob, AKBP Asep Syaifuddin.

Setelah pertemuan lintas instansi dilakukan, pengecekan fisik dilakukan. Pengecekan fisik dihadiri langsung oleh Kepala BAIS, Mayjen TNI Hartono; Dir A BAIS Urusan Dalam Negeri, Brigjen TNI Wahid Aprilianto; As Intel Panglima TNI, Mayjen TNI Beni didampingi dengan petugas pengamanan dari unsur TNI.

Setelah itu dilakukan pemeriksaan secara fisik yang melibatkan 20 orang personel dari unsur BAIS, BIK, Korps Brimob dan unsur Bea dan Cukai untuk memastikan kebenaran antara dokumen dan kondisi fisik barang atau senjata. Hasil dari pemeriksaan fisik barang tersebut, sesuai dengan kondisi dan keterangan dalam dokumen impor, yaitu berupa senjata SAGL (Stand Alone Grenade Launcher) dan amunisi. Pemeriksaan fisik tersebut dilakukan dengan cara membuka kotak kayu yang berada di gudang UNEX.

Dalam setiap kotak kayu berisikan 10 pucuk senjata, aksesoris senjata yang berupa tali sandang, tas magazen dan buku manual. Total kotak kayu senpi tersebut berjumlah 28 kotak dan semuanya telah sesuai dengan dokumen importasi barang. Demikian juga pemeriksaan fisik terhadap kotak yang berisi amunisi yang berada gudang tersebut kesemuanya telah sesuai dengan dokumen importasi yang ada.

“Kegiatan semuanya berjalan dengan lancar, aman, tertib dan terkendali sehingga diharapkan kecepatan proses pemeriksaan dokumen dan barang oleh Tim Gabungan tersebut bisa menjadi jawaban terhadap simpang siurnya pemberitaan yang beredar selama ini di media,” demikian dikutip dari akun Instagram @divisihumaspolri.

Setelah selesai melakukan pemerikasaan, selanjutnya akan diselenggarakan penyerahan barang dari pihak Bea dan Cukai kepada importir. Kabid P2 Bea dan Cukai Bandara Soekarno Hatta, Hengki Aritonang menyampaikan, setelah dilakukan pemeriksaan oleh Tim Gabungan tidak ditemukan adanya pelanggaran prosedur impor senjata oleh Polri, baik dari segi dokumen maupun fisik secara administratif kesemuanya telah sesuai.

[dan]

Sumber: merdeka.com

Editor : Dhefi Nugroho

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge