0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

PT Sakti Tak Mau Beli Gabah, Ratusan Petani Resah

Kelompok Tani mengadu ke Wakil Ketua DPRD Sragen Bambang Widjo Purwanto (dok.timlo.net/agung widodo)

Sragen – Ratusan petani di Bumi Sukowati Sragen resah. Mereka kebingungan untuk menjual gabah hasil panen mereka lantaran pengepul utama PT Sukses Abadi Karya Inti (Sakti) yang selama ini membeli gabah petani tidak bersedia lagi membelinya.

“Petani keberatan karena PT Sakti kini tidak membeli gabah. Jadinya agak kacau karena penampung hasil pertanian terbatas. Padahal petani sudah bersusah payah, mengeluarkan tenag banyak, mau jual hasil panen malah tidak bisa,” kata Ketua Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Kecamatan Sidoharjo, Sragen, Didik Sunardi, Selasa (3/10).

Disampaikan, ada sebanyak 500 petani di Desa Jetak  yang hasil panennya tidak terserap. PT Sakti  yang sebelumnya menjadi pengepul utama gabah petani dengan harga tergolong tinggi, pada musim panen ini tidak berani lagi membeli gabah.

Biasanya gabah bisa dibeli dengan harga GKP Rp 5.800 per kilogram. Jalan satu satunya, menurut Didik, petani terpaksa harus menjual kepada tengkulak atau penggilingan padi dengan harga Rp 500 lebih murah. Pihaknya mendesak kepada Dinas terkait agar memberikan solusi sehingga petani tidak merugi.

Petani lainya Arif Wijanarko, juga meminta Pemkab Sragen agar mengambil langkah untuk membantu petani. Dia mengancam akan mengerahkan ribuan petani dari Sragen, kalau aspirasinya tidak ditanggapi.

“Saat musim kering seperti ini saja gabah petani tidak terserap dengan harga yang bagus, dikhawatirkan saat musim tanam pertama nanti akan lebih parah, serapan gabah menurun dan harga jatuh,” paparnya.

Sementara Wakil Ketua DPRD Sragen Bambang Widjo Purwanto, mengaku, setelah menerima pengaduan tersebut berencana memanggil pihak terkait, Dinas Pertanian, Dinas Ketahanan Pangan, Asisten II Setda Sragen dan Dinas Perindustrian dan Perdagangan.

“Kasihan ini petani dari kemarin sudah kecapekan nanem padi kalau akhirnya bingung kemana mau jual hasil panen. Janganlah dipersulit,” ujarnya.

Editor : Marhaendra Wijanarko

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge