0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Model Klaster Atasi Belajar Anak Berkebutuhan Khusus

Rektor UNS  Prof Dr Rektor UNS Ravik Karsidi mengukuhkan Prof Gunarhadi sebagai Guru Besar UNS (timlo.net/eko prasetyo)

Solo – Sebagai salah satu cara untuk mengatasi hambatan belajar anak berkebutuhan khusus di kelas inklusif penuh, model klaster memiliki makna humanistic yang tinggi, baik bersifat akademik, psikologis maupun sosial. Secara akademik, model klaster memberi peluang anak untuk berhasil belajar.

“Secara akademik, ketika anak-anak berkebutuhan khusus merasa ketinggalan mengikuti irama belajar di kelas besar,” jelas Prof Drs Gunarhadi MA PhD saat menyampaikan pidato Pengukuhan  Guru Besar bidang Pendidikan Luar Biasa di depan sidang Sidang Senat Terbuka Universitas Sebelas Maret, di Kampus UNS, Solo, Selasa (3/10).

Bagi sebagian besar anak berkebutuhan khusus, kata Gunarhadi, ketertinggalan dalam belajar merupakan beban yang memberi tekanan psikologis tersendiri. Kebersamaan dengan anak-anak lain tidak pernah membuahkan prestasi yang bisa dibanggakan.

Sebaliknya, semakin hari semakin banyak kegagalan yang dialami dalam belajar. Apa yang mereka impikan adalah secercah harapan agar guru memahami kegagalnya. Harapan selanjutnya adalah agar guru mau memberi bantuan bimbingan dengan suasana suka cita.

“Disinilah letak humanistic model klaster yang mungkin dapat dirasakan anak ketika guru memberi tambahan penjelasan tersendiri secara terpisah dari kelas tersebut. Dengan demikian mereka bisa mengejar ketertinggalannya, dan motivasipun mulai bersemi membangunkan kemampuan kognitifnya,” jelasnya.

Editor : Wahyu Wibowo

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge