0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Potret Kemiskinan Sragen, Mbah Paiman Tidur di Kandang Ayam

Wakil Ketua DPRD Sragen, Bambang Widjo Purwanto menjenguk kondisi Mbah Paiman, yang hidup di kandang ayam (timlo.net/agung widodo)

Sragen – Kehidupan mbah Paiman (90), warga Dukuh Ngundaan RT 03, Desa Glonggong, Kecamatan Gondang, Sragen sangat memprihatinkan. Sehari-hari selama beberapa tahun hanya tergolek di tempat tidur tanpa bisa beraktifitas.

Mbah Man, pangggilannya, hidup menumpang di sebuah gubug dari papan dan bambu milik keponakannya yang kondisinya sangat tidak layak untuk dijadikan sebagai tempat tinggal.

Parahnya, gubug tersebut juga difungsikan sebagai kandang ayam, sehingga Mbah Paiman juga tidur di amben yang lusuh jadi satu dengan ayam-ayam peliharaannya. Selain itu kondisi gubug itu juga gelap dan pengab, lantaran tidak ada jendela.

Ya tileme nggih amor ayam. Hla marai simbah niku yen kon ndewekne nggih sak karepe dewe (Ya tidurnya bersama ayam. Hla karena simbah itu kalau disuruh misahkan dengan ayam, maunya sesuka hatinya),” kata Watno (60), keponakan mbah Paiman, Selasa (3/10).

Saat ditemui Timlo.net, Watno menuturkan, selama ini mbah Paiman tinggal ditemani oleh mertuanya yang juga adik perempuan mbah Paiman bernama Wagiyem (80). Untuk mengurusi kebutuhan sehari-hari, makan dan minum disediakan oleh Wagiyem.

Yen mbuang kalih adus nggih mbah Wagiyem niku seng ngurusi. Tapi yen dikon adus kadang mboten purun (Kalau untuk BAB dan mandi juga mbah Wagiyem itu yang ngurusi. Tapi kalau disuruh mandi kadang tidak mau,” uajrnya.

Secara fisik kondisi Mbah Paiman memang sudah mulai menurun kemampuannya. Untuk jalan saja kadang harus merangkak, sehingga sehari-hari hanya tiduran di ranjang. Selain itu penglihatan dan pendengaran mbah Paiman juga sudah berkurang.

Kepala Desa Glonggong, Jumadi saat ditemui wartawan menyampaikan, Paiman memang termasuk warga miskin. Selama ini bantuan yang diberikan dari pemerintah hanya berupa beras raskin. Namun untuk mengajukan bantuan rehab rumah tidak layak huni (RTLH), pihak pemerintah desa (Pemdes) terkendala dengan persyaratan.

Jumadi berdalih, selama ini mbah Paiman statusnya hanya numpang di rumah keponakannya, bukan rumah sendiri. Sedangkan untuk mendapat bantuan RTLH disyaratkan rumah milik sendiri dan harus punya KK sendiri juga.

“Mungkin ada kebijakan dari pemerintah, kalau menumpang seperti ini bisa diupayakan atau dikoordinasikan dengan instansi terkait dan UPTPK untuk bisa ditindaklanjuti,” kata Jumadi.

Sementara Wakil Ketua DPRD Sragen, Bambang Widjo Purwanto menyatakan keprihatinannya masih ada warga miskin di Sragen yang hidup bersama ayam.  Dia mengajak pihak desa dan Kecamatan Gondang bisa memberikan solusi terhadap beban hidup yang dialami Paiman. Terutama untuk tempat tinggal, harus ada perbaikan yang melibatkan warga sekitar agar Paiman bisa hidup dengan layak.

“Ini harus mendapat penanganan segera. Warga bisa kita ajak kerja bakti gotong roying untuk membenahi rumah, jadi tidak seperti ini. agar layaklah,” ujar Bambang Widjo.

Dalam kesempatan tersebut, Bambang Widjo juga memberikan bantuan berupa sembako, mie instan dan makanan kepada Mbah Paiman.

Editor : Wahyu Wibowo

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge