0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Ini Salah Satu Program Pengendalian Inflasi KpwBI di Sukoharjo

()

Sukoharjo — Kantor Perwakilan wilayah Bank Indonesia (KPwBI) Solo bekerjasama dengan Pemkab Sukoharjo melaksanakan program pengendalian inflasi melalui pola klaster. Salah satu program ini berupa pengembangan klaster penghasil komoditas bahan pangan strategis, seperti padi yang menjadi komoditi utama di Sukoharjo.

“KPwBI Solo memberikan fasilitasi Bantuan Teknis (Bantek) bagi klaster dengan komoditas yang menjadi sumber tekanan inflasi maupun komoditas unggulan di masing-masing wilayah. Selain itu bantuan Program Sosial Bank Indonesia (PSBI) untuk keperluan pembelian sarana produksi klaster,” kata oleh Kepala Perwakilan Bank Indonesia Solo, Bandoe Widiarto, Selasa (3/10).

KPwBI Solo memberikan bantuan Program Sosial Bank Indonesia (PSBI) untuk keperluan pembelian sarana produksi klaster (mesin penyebar benih/seeder, lantai penyemaian, dan saluran irigasi), peralatan kantor Gapoktan, rehabilitasi tempat pertemuan petani, dan perbaikan kandang komunal klaster. Hal ini sebagai wujud komitmen mendorong pengembangan Klaster Padi Modern Farming Gapoktan Tani Mandiri Kabupaten Sukoharjo.

Sukoharjo sendiri merupakan salah satu kabupaten yang potensial untuk pengembangan padi dan menempatkan komoditas padi sebagai salah satu penyumbang pemenuhan kebutuhan beras nasional. Oleh karenanya, , Kabupaten Sukoharjo menjadi salah satu wilayah pilot project program modern farming yang telah dicanangkan oleh Kementerian Pertanian pada akhir tahun 2014.

“Pilot project dilaksanakan di Desa Dalangan, Kecamatan Tawangsari, Kabupaten Sukoharjo, khususnya di lahan milik Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Tani Mandiri seluas 170 Ha dengan jumlah petani anggota 293 orang. Melalui penerapan modern farming, telah diperoleh manfaat berupa peningkatan produktivitas dari sebelumnya 7,2 ton per hektar menjadi 8,3 ton per hektar, dan penggunaan bibit yang lebih optimal,” tandas Wardoyo Wijaya.

Sistem modern farming terdiri dari 3 pilar yakni mekanisasi pertanian (penggunaan mesin pertanian untuk menggantikan pengerjaan manual), konsolidasi lahan (pengerjaan lahan secara bersama oleh badan usaha milik petani), dan integrated farming (integrasi pertanian dan peternakan sapi).

Editor : Wahyu Wibowo

Komentar Anda

loading...
KEMBALI KE ATAS badge