0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Petani Tadah Hujan Panen Padi Unggulan

Petani tadah hujan panen padi (timlo.net/nanin)

Boyolali — Petani tadah hujan bersama Balai Pengkajian Tehnologi Pertanian (BPTP) Jawa Tengah, dilahan  percontohan padi untuk lahan tahan kemarau, Desa Brangkal, Andong, Boyolali, Selasa (3/10). Padi yang ditanam,sebagai antisipasi lahan tadah hujan agar bisa panen tiga kali.

”Untuk optimalisasi pertanian lahan kering dengan memanfaatkan sumur dangkal, pipanisasi, pompa, saluran irigasi, cekdam dan dam parit. Saluran irigasi, diambil di lokasi yang kekurangan air. Air yang ada bisa dipertahankan di perakaran padi,” jelas peneliti BPTP Litbang Kementerian Pertanian Jateng, di sela panen raya, Samijan, Selasa (3/10).

Disisi lain, Ketua Kelompok Tani “Suka Tani” Desa Brangkal, Muhammad  Arifin, ada dua hektare lahan yang menjadi lahan percontohan. Dari semula dengan pola tanam padi-padi-jagung atau palawija, kini beralih ke padi-padi-padi.

“Petani terbentur biaya untuk pompa air,” ujarnya.

Hanya saja, kendala air ini bisa terpecahkan setelah BPTP Jateng mengadakan program bantuan penanaman tanaman padi untuk lahan kering. Bantuan yang diberikan berupa penyedokan air dengan sumur dalam.

“Semula hanya panen 2 sampai 3,5 ton, kini bisa panen 8 sampai 10 ton,” tandasnya.

Editor : Wahyu Wibowo

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge