0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Sejumlah Menteri Diminta Mundur Jika Ingin Nyalon Gubernur

Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) (merdeka.com)

Timlo.net – Menteri kabinet Jokowi-JK yang akan mencalonkan diri di Pilkada serentak 2018 diminta mundur dari jabatannya. Jika ingin maju dalam pemilihan gubernur (Pilgub) harus kampanye dan keluar dari kabinet.

“Ya mesti kampanye kan, kalau kampanye ya keluar dari kabinet,” kata Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) di Jakarta Pusat, Selasa (3/10).

Dia pun menegaskan, menteri tersebut otomatis diganti. Lalu dia pun mencontohkan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono yang berada di sampingnya.

“Ya otomatis kalau kampanye kan tidak boleh. Kalau Pak Basuki (Menteri PUPR) mau jadi Gubernur di mana Jawa Tengah, Kulonprogo, bupati gitu kan. Ya mesti keluar,” imbuh dia.

Diketahui, salah satu menteri yang akan bertarung di Pilgub Jawa Timur 2018 yaitu Menteri Sosial, Khofifah Indar Parawansa. Golkar pun tegas menyatakan akan mengusung Khofifah, namun menunggu kepastian Khofifah mundur dari kabinet.

Sementara itu, Presiden Joko Widodo mengaku belum menerima surat resmi pengunduran diri Khofifah Indar Parawansa dari jabatan Menteri Sosial. Hingga saat ini, Jokowi hanya menerima informasi secara lisan dari Khofifah soal keinginannya bertarung di Pilgub Jawa Timur 2018.

“Sampai saat ini belum saya terima surat resmi yang masuk ke meja saya,” ucapnya akhir bulan lalu.

Beberapa hari terakhir, Jokowi melakukan kunjungan kerja bersama Khofifah. Dalam kesempatan itu, Jokowi tidak mendapat laporan resmi dari perempuan kelahiran Surabaya, Jawa Timur, 19 Mei 1965 itu.

“Kemarin juga dengan saya seharian di Bali. Ke sana ke sini dengan saya,” kata dia.

Mantan Gubernur DKI Jakarta ini mengungkapkan, Khofifah harus mengajukan surat resmi pengunduran diri sebelum bertarung di Pilgub Jatim.

“Semestinya harus,” jelas dia.

[rnd]

Sumber: merdeka.com

Editor : Dhefi Nugroho

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge