0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Dalam 10 Tahun ke Depan Kemoterapi Akan Diganti Dengan Perawatan Baru

Thomas Yau. (dok: timlo.net/ nextshark. )

Timlo.net—Kemoterapi pada akhirnya bisa diganti dengan sebuah perawatan baru. Perawatan itu berguna untuk meningkatkan daya tahan tubuh melawan kanker, ujar seorang profesor di Hong Kong. Thomas Yau Chung-cheung, clinical associate professor di the University of Hong Kong (HKU) membahas perawatan yang disebut immunotherapy itu. Perawatan itu muncul beberapa tahun lalu. Dia berharap pengobatan itu bisa digunakan dalam 10 tahun ke depan.

“Pengembangan immunotherapy sekarang ini adalah sebuah tren baru dalam perawatan kanker. Pengobatan itu perlahan-lahan menggantikan kemo dan menjadi batu penjuru untuk perawatan tumor,” Thomas berkata kepada the South China Morning Post.

Immunotherapy mentarget sistem kekebalan pada bagian tubuh tertentu. Khususnya jaringan yang terdiri dari sel darah putih dan organ pada sistem limfatik seperti timus dan limpa. Pengobatan itu bisa mendeteksi sel-sel kanker yang biasanya bersembunyi dari sistem daya tahan tubuh. Lalu menyerang bagian tertentu dari sel atau meningkatkan respons sistem imunitas terhadap sel-sel itu secara umum, jelas the American Cancer Society.

Efek samping yang paling umum dialami immunotherapy termasuk rasa sakit, pembengkakan, nyeri, kemerahan, gatal, ruam dan gejala-gejala seperti flu. Perawatan ini dianggap lebih aman dibandingkan kemoterapi. Kemoterapi bisa merusak sel-sel sehat di sekitar sel kanker. Selain itu, ada kemungkinan muncul komplikasi.

Thomas berkata ada 200 pasien yang sudah menerima pengobatan itu dan kebanyakan mengalami hasil yang baik. Dia menambahkan jika pengobatan itu bisa merawat kanker pada stadium akhir. Penelitian terkait pengobatan ini diharapkan akan diterbitkan setelah perawatan 500 pasien kanker ginjal, paru-paru, kulit, kepala, leher dan darah (leukimia). Di Hong Kong, immunotherapy menghabiskan biaya 20.000 dollar Hong Kong (Rp 34,7 juta) per bulan. Para pasien terlihat antusias mengikuti terapi baru itu karena mirip dengan pengobatan tradisional Cina. Tapi beberapa orang salah mengartikan jika pengobatan baru itu adalah pengobatan alami.

Thomas menekankan jika gaya hidup sehat tidak bisa mengalahkan kanker. “Walaupun berolahraga itu selalu sehat, tapi tidak bisa meraih efek yang sama dengan terapi immunologi karena yang terakhir mentarget sel-sel tertentu untuk menekankan sistem daya tahan tubuh untuk melawan sel-sel kanker,” katanya.

Editor : Ranu Ario

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge