0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Jokowi Ingin Damaikan Afghanistan

Presiden Joko Widodo (merdeka.com)

Timlo.net – Presiden Joko Widodo (Jokowi) akan mengundang perwakilan 40 kelompok di Afghanistan yang bertikai ke Indonesia. Pertemuan tersebut untuk membahas upaya perdamaian dan persatuan di Afganistan.

“Awalnya ada tujuh suku di Afganistan, karena pertikaian sekarang berkembang menjadi 40 kelompok yang sulit sekali didamaikan, nanti bulan Desember kita akan mengundang beliau-beliau 40 kelompok yang bertikai untuk bicara soal itu,” kata Jokowi, Selasa (3/10).

Menurut Jokowi, Indonesia akan menunjukkan bahwa keragaman bisa hidup bersama berdampingan.

“Sebanyak 714 suku dengan keragaman bahasa dan budaya bersatu dalam bingkai NKRI,” ujarnya.

Pada awal sambutannya, Jokowi mengingatkan bahwa Indonesia merupakan negara besar. Bukan karena memiliki banyak sumber daya alam, dan ada 17.000 pulau, tetapi juga kemajemukan atau keragaman suku, budaya, dan bahasa.

“Tidak ada negara lain semajemuk Indonesia, kita merupakan negara besar juga karena jumlah penduduk mencapai 258 juta jiwa. Tidak gampang mengelola 258 juta jiwa,” katanya.

Menurut Presiden, negara Indonesia sangat besar dengan bahasa lokal yang mencapai 1.100 lebih. Jokowi menyebutkan saat bertemu Presiden Afghanistan Ashraf Ghani, keragaman itu ia sampaikan kepada pemimpin negara itu.

“Ia kemudian mengingatkan, Presiden Jokowi hati-hati dengan keberagaman itu,” jelasnya.

Di Afghanistan semula hanya ada tujuh suku, karena dua suku bertikai, satu bawa kawan dari luar dan satunya juga demikian, maka perang selama lebih dari 25 tahun pun tak kunjung selesai.

“Presiden yang sekarang, 23 tahun hidup di pengasingan, di luar negeri,” kata Jokowi lagi.

[fik]

Sumber: merdeka.com

Editor : Dhefi Nugroho

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge