0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Gunung Agung Awas, Pemprov Nyatakan Keadaan Darurat Penanganan Pengungsi

Gubernur Bali I Made Mangku Pastika (merdeka.com)

Timlo.net — Gubernur Bali I Made Mangku Pastika mengeluarkan surat pernyataan Keadaan Darurat Penanganan Pengungsi, akibat status gunung Agung di Karangasem Bali.

Status darurat dikeluarkan berlaku dari 29 September hingga 12 Oktober 2017. Itu sesuai surat pernyataan Gubernur Bali dengan nomor 9908/361/SET/BPBD.

Surat pernyataan keadaan darurat penanganan pengungsi selama 14 hari itu, berdasarkan Surat Kepala Badan Geologi Kementerian Energi Sumber Daya Mineral Nomor 1472/45/BGL V/2017 Tanggal 22 September 2017, perihal peningkatan status Gunung Agung dari level III (siaga) ke level IV (awas).

Poin VI Rekomendasi 1 menyatakan, masyarakat sekitar Gunung Agung dan pendaki, pengunjung, wisatawan agar tidak berada, tidak melakukan pendakian dan tidak melakukan aktivitas apapun di zona perkiraan bahaya, yaitu di area kawah Gunung Agung dan seluruh area di dalam radius 9 km.

Pastika mengatakan, dalam surat tersebut sesuai rekomendasi Badan Geologi tersebut poin I maka terjadi dilakukan evakuasi warga dari zona perkiraan bahaya ke tempat yang aman. Sehingga terjadi pengungsian warga masyarakat di berbagai daerah di Bali.

“Saya secara langsung ke lokasi-lokasi pengungsian Kabupaten Karangasem, Kabupaten Buleleng dan Kabupaten Klungkung,” katanya di Denpasar, Senin (2/10).

Lanjut dia, hal itu juga sesuai arahan Presiden Joko Widodo dalam rapat terbatas di Kantor Presiden, Kamis (28/9).

Pastika menyatakan, Pemprov Bali dan Pemerintah Kabupaten/Kota perlu mengambil langkah-langkah umuk menyediakan tempat-tempat penampungan pengungsi. Dan memenuhi kebutuhan dasar pengungsi.

“Masa berlaku surat pernyataan ini bisa diperpanjang dan diperpendek sesuai kebutuhan penanganan keadaan darurat di lapangan,” tuturnya.

[cob]

Sumber : merdeka.com

Editor : Wahyu Wibowo

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge