0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Hari Batik, Pengrajin Malah Sambat, Ini Sebabnya

Pengrajin batik Desa Pilang, Kecamatan Masaran, Sragen. (timlo.net/agung widodo)

Sragen – Hari Batik Nasional tidak selamanya membawa kabar gembira bagi pengusaha batik. Sejumlah perajin batik justeru mengeluhkan adanya cuaca ekstrim yang baru beberapa hari ini berlangsung.

“Kalau cuaca mendung seperti ini terus saya akan mengurangi produksi, karena banyak kain sebagai bahan dasar untuk batik tidak bisa kering,“kata Wartitik, pengrajin batik asal Desa Pilang, Kecamatan Masaran, Sragen, Senin (2/10).

Akibat cuaca ekstrim para pengrajin batik di Desa Pilang, banyak yang mengeluh. Pasalnya, cuaca mendung yang dianggapnya tidak bersahabat itu menjadi kendala dalam menjemur kain batik. Terutama untuk batik dengan model produksi “cabut”, karena batik tersebut sangat membutuhkan panas sinar mata hari.

Wartitik, pemilik show room Dewi Ratih tersebut mengaku hanya bisa pasrah dengan kondisi seperti saat ini. padahal musim hujan juga baru berlangsung beberapa hari terakhir. Hal ini jelas bakal berdampak terhadap keberlangsungan usahanya.

Selain faktor cuaca, menurut Wartitik, penjualan batik juga mengalami penurunan sejak lima bulan terakhir. Dia menilai sepinya penjualan ini lantaran faktor ekonomi.

Untuk menyiasati sepinya penjualan batik, dia terpaksa mengurangi produksi kusus batik model cabut. Dari semula 700 potong berhari dikurangi menjadi 500 potong.

Editor : Wahyu Wibowo

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge