0271-626499 redaksi.timlo@gmail.com
Timlo.net

Proyek Flyover Manahan, Ini Rencana Pengalihan Arus Lalin

Pembongkaran median jalan di simpang perlintasan kereta api Jl dr Moewardi, Solo (dok.timlo.net/achmad khalik)

Solo – Persiapan jelang simulasi rekayasa lalu lintas saat pembangunan Overpass atau Flyover Manahan terus dimatangkan oleh pihak Satlantas Polresta Solo bersama dengan Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Solo. Sejumlah skenario terkait penutupan kawasan perlintasan kereta api di Jl dr Moewardi pada Rabu (4/10) mendatang juga telah disepakati.

“Beberapa hal menjadi hasil Rakor diantaranya perencanaan tentang alih arus rekayasa lalulintas (Lalin). Dimana nanti arah dari Jl dr Moewardi menuju Jl Adi Sucipto akan ditutup total dan tidak bisa menuju arah Manahan. Kalau mau menuju Manahan aksesnya nanti lewatnya Pasar Nongko sama pos satu atau di pertigaan RS Panti Waluyo,” terang Kasatlantas Polresta Solo, Kompol Imam Syafi’i, Senin (2/10) siang.

Dikatakan, arus lalin di dalam proyek Flyover Manahan akan diatur sedemikian rupa dan disosialisasikan ke masyarakat. Sebelum pelaksanaannya, rekayasa lalin akan disimulasikan untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat.

“Tanggal 4 Oktober nanti disimulasikan rekayasa lalin yang dimaksud. Yang dipersiapkan yaitu perlengkapan rambu-rambu petunjuk untuk pengguna jalan. Jadi ketika sudah saatnya simulasi atau konstruksi, masyarakat sudah mengetahuinya semua kemana mereka akan menuju. Rambu-rambu penunjuk arah ini sangat penting untuk masyarakat,” ujarnya.

Setelah disimulasikan manajemen dan rekayasa lalin masa pembangunan overpass Manahan, maka akan dilakukan evaluasi untuk mengetahui permasalahan apa saja yang timbul akibat alih arus tersebut.

“Nanti dikoordinasikan terkait hasil simulasi. Apa ada permasalahan yang perlu direkayasa lalin lagi, atau diperlukan perlengkapan rambu lalin lagi. Maka kami himbukan ke masyarakat agar menghindari arah dari Jl dr Moewardi kalau mau ke Manahan karena ditutup total. Kemudian kalau ingin lewat di jalan yang lebih lebar dan nyaman ya melalui Jl Ahmad Yani, dibandingkan Pasar Nongko,” jelas Kasat.

Terpisah, Kepala Dishub Surakarta Hari Prihatno saat dikonfirmasi mengatakan, sebelum dilakukan penutupan pihaknya akan memastikan sosialisasi berjalan maksimal.

“Semalam kami sudah melakukan pembongkaran median jalan. Untuk beberapa hari ke depan sebelum tanggal 4 Oktober, kita lakukan sosialisasi kepada masyarakat agar tak bingung ketika diadakan penutupan di perlintasan tersebut,” terang Hari.

Editor : Marhaendra Wijanarko

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge