0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Peneliti Ciptakan Sensor Tipis yang Bisa Dimakan

Timlo.net—Bahan makanan tertentu seperti ikan perlu disimpan dalam suhu tertentu supaya tetap segar dan tidak busuk. Hal ini mempersulit proses pengiriman makanan. Untuk mengatasi hal ini, para peneliti di Swiss menemukan sebuah cara yang lebih baik. Mereka menciptakan sebuah sensor super tipis yang bisa menolong mengawasi suhu makanan. Sensor ini juga bisa dimakan sehingga tidak berbahaya jika tertelan manusia. Sensor ini memiliki ketebalan 16 micrometer, lebih tipis dibandingkan rambut manusia. Sensor itu terbuat dari polimer yang terdiri dari pati jagung dan kentang, magnesium dan silikon dioksida yang larut dalam air dan nitrida.

“Dalam persiapaan mengirim ke Eropa, ikan dari Jepang bisa ditempeli sensor suhu dingin, mengizinkan ikan itu bisa terus diawasi untuk memastikan jika suhu cukup dingin,” ujar pemimpin penelitian Giovanni Salvatore dilansir dari Ubergizmo. Sejauh ini, sensor itu memerlukan kabel untuk terhubung dengan baterai mikro, prosesor mikro dan sebuah transmitter.

Akan tetapi para peneliti mencari cara untuk mentenagai sensor itu dan mengirim data tanpa kabel. Sayangnya, sensor ini belum siap digunakan oleh masyarakat umum. Giovanni mengungkapkan jika penciptakan sensor seperti ini memerlukan waktu yang lama dan mahal.

Editor : Ranu Ario

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge