0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Jumlah Desa yang Masuk Zona Merah Bertambah

Gunung Agung di bawah gugusan bintang (merdeka.com)

Timlo.net — Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mulai memetakan sejumlah wilayah yang bakal kena dampak erupsi gunung Agung. Berdasarkan peta Kawasan Rawan Bencana (KRB), 50 desa dari keseluruhan 78 desa yang terdapat di Kabupaten Karangasem, berada di luar KRB Gunung Agung.

”Jadi, dipastikan ada 28 desa yang berada di dalam radius berbahaya jika Gunung Agung meletus. Dan desa tersebut berpotensi terkena awan panas dan lahar,” ungkap Gubernur Bali Made Mangku Pastika, Minggu.

Sebelumnya ada 27 desa yang kena dampak Gunung Agung. Namun jumlahnya kini bertambah menjadi 28. Pastika juga meminta untuk mendata ulang jumlah pengungsi, dan yang berada di zona aman untuk dipulangkan.

“Tapi kalau tidak mau dan merasa desanya masuk kawasan berbahaya ya silakan tetap tinggal di pengungsian. Tidak ada paksaan dan pemerintah akan tetap menjamin logistiknya,” katanya usai memimpin rapat dengan sejumlah Camat dan Kepala Desa se-Kabupaten Karangasem di Posko Komando Tanah Ampo, Karangasem, Minggu (1/10).

Pastika menyatakan bahwasannya pemetaan daerah KRB yang dikeluarkan PVMBG berdasarkan perhitungan ilmiah serta peralatan canggih yang dimiliki, serta pengalaman letusan Gunung Agung tahun 1963.

“Bukan Gubernur atau Bupati yang menentukan daerah KRB itu, tapi badan yang memang ahli dan berwenang yaitu PVMBG berdasarkan pada sejumlah kajian, peralatan canggih serta pengalaman letusan tahun 1963 lalu,” terangnya.

Pastika juga menggugah kesadaran masyarakat dengan meminta 50 desa adat yang berada di zona aman untuk menyiapkan Bale Banjar ataupun Wantilan yang ada di desanya, untuk dipakai menampung para pengungsi yang sekarang masih tinggal di tenda pengungsian.

“Situasi ini akan berlangsung cukup lama, tidak ada yang tahu kapan Gunung Agung akan meletus ataupun kondisi sebaliknya. Kasihan para pengungsi jika harus tinggal di tenda-tenda dalam waktu yang lama,” jelas Gubernur.

Menurutnya para pengungsi ini bukan tamu tetapi saudara kita.

“Ini kesempatan kita untuk membantu saudara. Kita tunjukkan semangat menyame braye kita. Kalau ada permasalahan, kepala desa agar segera berkoordinasi,” tuturnya.

Berdasarkan data UPT Pusdalops PB BPBD Provinsi Bali per tanggal 1 Oktober 2017 pukul 12.00 WITA, jumlah pengungsi sebanyak 141.399 jiwa yang tersebar di 417 titik pengungsian.

[cob]

Sumber : merdeka.com

Editor : Wahyu Wibowo

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge