0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Program Inovasi Desa Sering Terhambat Regulasi

Suasana konsolidasi Jaringan Komunikasi Desa Soloraya di Sekretariat TKPKD Surakarta, Minggu (1/10) (timlo.net/ichsan rosyid)

Solo — Program Inovasi Desa besutan Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrai (Kemendes PDTT) masih terganjal rumitnya regulasi di lapangan. Hal ini diperparah dengan mindset aparat di daerah yang kaku sehingga sulit mengakomodasi perubahan.

“Banyak inovasi dari desa-desa yang tidak bisa terwujud karena ada regulasi-regulasi yang terlalu ketat,” kata salah satu anggota Kelompok Kerja (Pokja) Masyarakat Sipil untuk Program Desa Membangun Indonesia, Ahmad Rofik, saat ditemui di Sekretariat Tim Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan Daerah (TPKPD) Surakarta, Minggu (1/10).

Hal ini diakui menyulitkan pengembangan inovasi desa yang sedang digalakkan Kemendes PDTT sejak awal tahun 2017 ini. Apalagi regulasi yang dirasa menghambat ditemui di hampir setiap tingkatan regulasi mulai dari UU sampai peraturan di tingkat daerah. Kendala regulasi ini dinilai lebih berat daripada keterbatasan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) di desa.

“Kualitas SDM pastinya berpengaruh. Tapi SDM bisa dengan mudah kita kembangkan,” kata dia.

Buntut dari kendala regulasi ini, aparat di tingkat Kecamatan akhirnya tidak berani menindaklanjuti program-program dari desa yang berbau inovatif. Mereka memilih bermain aman dengan menjalankan program-program yang relatif sama dengan tahun lalu. Program-program baru sering tersisih karena dianggap berisiko.

“Mereka takut melanggar regulasi. Padahal di sisi lain, Kemendes sudah menginstruksikan agar inovasi desa mendapat prioritas,” kata dia.

Editor : Wahyu Wibowo

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge