0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Banyak Masukan, Pembahasan Revisi UU Terorisme Molor

Anggota Pansus Revisi Undang Undang Terorisme, Muhamamd Toha, (dok.timlo.net/putra kurniawan)

Sukoharjo — Pembahsan Revisi Undang Undang (UU) Terorisme kembali molor satu kali sidang dari jadwal yang sudah ditentukan sebelumnya pada Bulan Oktober. Setelah adanya penambahan pembahasan poin baru atas kesepakatan antara Polri dan TNI, dijadwalkan selesai pada Desember tahun ini.

“Kemarin itu ada ada usulan tambahan poin-poin baru yang perlu dilakukan pembahasan, sehingga yang seharusnya selesai di sidang kemarin, mundur sampai sidang Bulan Desember mendatang. Ini sudah kesepaktan antar DPR dan pemerintah, dan masih ada satu lagi diskusi eksternal sebelum disahkan,” kata Anggota Pansus Revisi Undang Undang Terorisme, Muhamamd Toha, Jumat (29/9).

Saat ini pembahasan revisi UU Terorisme pada tahap penyusunan Daftar Inventarisasi Masalah (DIM) namun karena adanya bebeapa poin masukan, diperlukan pembahsan kembali. Termasuk menggelar diskusi eksternal dengan akademisi dan pakar terorime.

Beberapa poin masukan yang baru antara lain substansi keterlibatan TNI dalam penanganan terorisme akan diserahkan ekpada eksekutif melalui Perpres atau Peraturan pemerintah. Selain itu, adanya anggapan Badan Nasional Penanggulangan Terorimes (BNPT) dilemahkan, padahal menurut Toha, UU terorime ini memperkuat BNPT dalam penindakan dan pencegahan.

“Ada substansi mengenai korban, yang masih belum sepakat apakah ditangani LPSK atau BNPT, kami berpendapat ditangani BNPT namun belum sepakat. Selain itu, mengenai penyadapan bisa dilakukan dengan syarat endapat ijin dari pengadilan dan menjadi rangkuman sebagai dasar penyelidikan, intinya penguatan BNPT karena selama ini masih Perpres,” tandasnya.

Editor : Marhaendra Wijanarko

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge