0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Kekurangan Guru, Pengangkatan GTT K2 Terkendala Moratorium

Kantor Dinas Pendidikan Sukoharjo (dok.timlo.net/gg)

Sukoharjo — Kebijakan Pemerintah Kabupaten Sukoharjo yang mengelurakan moratorium penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) hingga 2018 menjadi bumerang bagi dunia pendidikan. Pasalnya, tahun ini ada sekitar 300 guru PNS yang akan pensiun, sedangkan untuk mengangkat Guru Tidak tetap (GTT) K2 terkendala moratorium.

“Hingga 2020 ada gelombang pensiun guru massal, dan untuk tahun ini ada 300 guru yang pensiun sehingga untuk mengisi kekosongan tersebut, kami usulkan 350 GTT K2 bisa diangkat PNS. Kita sudah upayakan hingga ke Kementerian dan DPR untuk mengatasi persoalan ini,” kata Ketua Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Sukoharjo, Bambang Sutrisno, Jumat (29/9).

Untuk saat ini, hampir di seluruh SD di Sukoharjo masih mengandalkan GTT dalam melaksankaan kegiatan belajar mengajar. Dengan prosentase 70 persen guru PNS dan 30 persen GTT, menjadikan GTT sebagai tumpuan dunia pendidikan khususnya di tingkat dasar, padahal honor yang diterima jauh dari cukup untuk kebutuhan sehari-hari.

Sementara itu Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Sukoharjo, Darno menyebutkan dari pemerintah pusat melihatnya jumlah murid dibagi jumlah guru, di Sukoharjo tidak kekurangan. Namun demikian kalau melihatnya dari jumlah Rombel (rombongan belajar) atau per ruang kelas, kurang banyak, karena satu kelas ada yang jumlah muridnya 10 atau lebih sedikit.

“Kondisinya di Sukoharjo seperti itu, kalau satu sekolah dikasih enam guru PNS, bisa dikatakan overload karena satu sekolah ada yang muridnya hanya 40. Dan untuk menghadapai terjadinya pensiun massal mulai tahun ini, kita sudah upayakan pengangkatan GTT, dan kalau memaqng tidak bisa kita sudah ada wacana regroupping,” tandas Darno.

Editor : Marhaendra Wijanarko

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge