0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Kemenhan Siaga Ancaman Siber

ilustrasi (merdeka.com)

Timlo.net – Indonesia memerlukan 10.000 tenaga ahli di bidang keamanan siber. Tenaga ahli tersebut bertugas untuk menghadapi serangan siber internasional yang terus meningkat.

“Tidak bisa ditunda lagi, kita segera menuju ke sana. Keamanan siber adalah prioritas ketiga dalam upaya bela negara setelah ancaman radikalisme plus terorisme dan narkoba,” kata Kepala Badan Pendidikan dan Latihan Kementerian Pertahanan (Kemenhan), Mayjen TNI Hartind Asrin, Rabu (27/9).

Mayjen TNI Hartind Asrin menjelaskan upaya mewujudkan 10.000 tenaga ahli keamanan siber sangat mungkin dicapai. Caranya dengan mengoptimalkan segala sumber daya yang ada.

“Kompetisi hacker nasional Cyber Jawara adalah salah satu cara untuk menemukan potensi-potensi yang dimiliki generasi muda Indonesia. Kami sendiri di Kemenhan juga fokus menyiapkan tim siaga ancaman siber,” ungkapnya.

Senada dengan itu, Ketua Indonesia Security Incident Response Team on Internet Infrastructure (ID-SIRTII) atau Tim Monitoring Ancaman Serangan Siber Dr Rudi Lumanto mengatakan, perkiraan para pakar di dunia setidaknya dibutuhkan satu juta ahli di bidang keamanan siber untuk menghadapi serangan dan tindakan kejahatan di dunia maya.

“Di Indonesia sendiri mungkin jumlahnya baru ratusan atau paling optimistis sekitar seribuan mereka yang telah memiliki sertifikasi internasional keamanan siber. Masih perlu banyak upaya edukasi dan peningkatan kemampuan sumber daya manusia kita,” jelas dia.

[fik]

Sumber: merdeka.com

Editor : Dhefi Nugroho

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge