0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Harga Lada Anjlok, Petani Menjerit

Tanaman lada (dok.timlo.net/gg)
Wonogiri — Dua tahun silam, harga lada di kalangan petani tembus ratusan ribu rupiah perkilonya. Namun begitu, harga itu berbanding terbalik dengan kondisi saat ini. Dimana harga lada di pasaran mengalami keterpurukan.
“Tahun 2015 silam, perkilonya bisa tembus Rp 220 ribu. Tapi saat ini hanya sekitar Rp 90 ribu perkilo,” beber Ketua Kelompok Tani Sidomulyo, Dusun Bakung, Desa Jeblogan, Kecamatan Karangtengah, Wonogiri, Suyatno, Selasa (26/9).
Anjloknya harga lada, menurut Suyatno, dipengaruhi berbagai hal. Salah satunya yakni akibat gagal panen. Hampir ribuan batang pohon lada kini sudah tak berbuah, bahkan banyak yang mati terserang penyakit. Sedang tanaman yang tidak mati, malah tidak berbuah. Produksi lada di desanya dapat dibilang mengalami penurunan drastis.
“Tahun lalu  curah hujan tinggi, hampir-hampir saja tidak ada musim kemaraunya. Nah, kondisi itu menyebabkan pohon lada banyak yang terserang penyakit,” bebernya.
Hampir 2000 petani lada tidak menikmati hasil panenan yang maksimal. Padahal menurut Suyatno, lada merupakan tanaman unggulan di desanya.
Dia menyebut, tingkat kematian tanaman lada jika dipersentase mancapai 75 persen, sedangkan dari 25% tanaman lada yang masih hidup justru banyak yang tidak berbuah.
“Tanaman lada saya hanya tersisa 500-an batang. Padahal dulu saya menanam sebanyak 1.500-an bibit. Dari 500-an tanaman yang masih hidup hanya ada 50-an tanaman lada yang berbuah,” tandasnya.
Editor : Marhaendra Wijanarko

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge