0271-626499 redaksi.timlo@gmail.com
Timlo.net

Polisi Pergoki Warung Kelontong Jual Hexymer dan Tramadol

Obat terlarang (merdeka.com)

Timlo.net – Polisi menggerebek sebuah warung Kelontong di Desa Kemiri, Kecamatan Mauk, Kabupaten Tangerang, Selasa (26/9). Petugas menyita ribuan pil Hexymer dan Tramadol. Dua orang pemilik toko dan pekerja yang membantu menjual farmasi ilegal tersebut ditangkap.

Damin (36) dan Eko (20), akhirnya harus berurusan dengan Polres Kota Tangerang, setelah usahanya menjual obat-obatan ilegal terungkap satuan reserse narkoba Polres Kota Bandara.

Kasat Narkoba Polres Kota Tangerang, Kompol Sukardi menjelaskan, pelaku mencoba mengelabui pihaknya dengan menjual barang kebutuhan pokok seperti gula, beras, minyak dan barang lainnya di warung kelontong.

Namun bukan hanya bahan-bahan kebutuhan pokok yang mereka jual, warung itu justru ramai disambangi kalangan remaja. Mereka rupanya menjual obat-obat ilegal berbahaya yang kerap dikonsumsi remaja.

Berdasarkan keterangan kedua pelaku, mereka baru dua minggu belakangan ini menjual jenis obat Hexymer dan Tramadol. Warga sekitar, lanjutnya, juga menaruh curiga dengan aktivitas perniagaan oleh dua pemuda itu.

“Dari situ kemudian masyarakat yang curiga melaporkan kepada kami, dari laporan itu kami tindak lanjuti dan ternyata benar,” kata Sukardi di Desa Kemiri, Kecamatan Mauk, Kabupaten Tangerang, Selasa (26/9).

Atas perbuatan kedua pelaku dijerat pasal 196 jo pasal 197 Undang-Undang nomor 36 tahun 2009 tentang Kesehatan. Dengan ancaman hukuman penjara maksimal 15 tahun penjara dan denda Rp 1,5 miliar.

“Dari tempat tersebut, kami menyita 1.090 butir obat Hexymer, 1.051 butir Tramadol dan uang tunai hasil transaksi obatan ilegal sebesar Rp 457.000,” jelas dia.

[fik]

Sumber: merdeka.com

Editor : Dhefi Nugroho

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge