0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Krisis Air Bersih, Warga Dukuh Ini Andalkan Sumur Masjid

Droping air bersih Paguyuban RT/RW Gondang di Desa Dawung, Kecamatan Jenar, Sragen (dok.timlo.net/agung widodo)

Sragen — Kecamatan Jenar, Sragen hanya salah satu wilayah di utara Bengawan Solo yang mengalami kekeringan dan krisis air bersih. Hingga sekarang Jenar sama sekali belum tersentuh jaringan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM). Penderitaan warga di Jenar ini memantik nurani Paguyuban RT/RW Desa Gondang, Kecamatan Gondang, Sragen.

“Ini memang belum tersentuh PDAM, saya minta kepada bupati agar besok bisa ditarik jaringan PDAM dari selatan bengawan,” kata Ketua Paguyuban RT/RW Desa Gondang, Bambang Widjo Purwanto, Senin (25/9).

Di sela-sela dropping air bersih di Dukuh Winong RT 21 Desa Dawung, Kecamatan Jenar, Bambang berharap Pemkab Sragen segera membangun jaringan air bersih untuk warga yang ada di utara Bengawan Solo, terutama Kecamatan Jenar dan Tangen yang selalu mengalami krisis air saat musim kemarau.

Lantaran di wilayah tersebut tidak mungkin dibuat sumur PDAM, satu-satunya jalan adalah menarik jaringan dari wilayah selatan Bengawan. Jaringan itu ditarik dari selatan bengawan untuk menyuplai kebutuhan air bersih di Tangen dan Jenar yang saat ini membutuhkan.

“Tidak bisa seperti ini terus. Ini kha seperti siklus setiap tahun selalu saja masyarakat membutuhan air saat musim kemarau,” terangnya.

Paguyuban RT/RW Desa Gondang sendiri memberikan sebanyak 11 tangki air bersih untuk Dukuh Winong, Desa Dawung dan Desa Banyurip, Kecamatan Jenar.

Salah satu warga Dukuh Winong RT 21, Sutarman (55) menuturkan, warga mengalami krisis air bersih sejak tiga minggu terakhir pada musim kemarau ini. Kendati ada Pamsimas, namun telah lama rusak dan tidak bisa dimanfaatkan masyarakat.

“Selama ini kita ambil air dari sumur masjid. Sebenarnya ada juga sendang, tapi saat ini airnya kering,” ujarnya.

Editor : Marhaendra Wijanarko

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge