0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Bangun Jaringan Air Bersih, Pemkab Anggarkan Rp 41,5 Miliar

Kekeringan membuat warga sulit mendapat air bersih. (foto: Agung)

Sragen – Kekeringan yang melanda Kecamatan Tangen, Jenar dan Miri sudah memprihatinkan. Setiap musim kemarau daerah tersebut selalu mengalami krisis air bersih.

Sebagai bentuk kepedulian Pemkab Sragen telah menyiapkan anggaran Rp 41,5 miliar untuk membangun jaringan air bersih pada 2018.

”Tiga kecamatan tersebut, mengalami kekeringan paling parah. Tiga kecamatan itu juga tidak ada sumber air baku atau air permukaan,” kata Bupati Sragen Kusdinar Untung Yuni Sukowati.

Usai melepas bantuan air bersih dari Komunitas Pedagang Pasar Kota Sragen (KPPKS), Jumat (22/9) Yuni menyampaikan, Pemkab menganggarkan dana hingga Rp 41,5 miliar untuk pembangunan jaringan air bersih. Anggaran itu masuk dalam Rencana Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (RAPBD) 2018.

Langkah ini sebagai wujud keseriusan Pemkab dalam mengatasi kekaringan di Jenar, Tangen dan Miri. Ketiga kecamatan itu selama ini memang belum terjangkau PDAM.

Yuni menjelaskan, untuk Kecamatan Jenar, bakal dibuat sumur dalam untuk 1.500 sambungan rumah di Desa Dawung, Mlale dan Japoh. Sedangkan untuk Kecamatan Tangen jaringan diprioritaskan di Desa Katelan dan Dukuh yang akan melayani sekitar 2000 sambungan rumah.

Sementara Kecamatan Miri, akan dibuat sumbar air dalam dengan memanfaatkan air permukaan Waduk Kedung Ombo (WKO). Sumber ini diharapkan bisa melayani 2.200 sambungan di Desa Doyong, Soko dan Girimargo.

Editor : Dhefi Nugroho

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge