0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

E-Commerce Menyeret Saham Emiten Ritel

Kepala Kantor Perwakilan Bursa Efek Indonesia (BEI) Jogja, Irfan Noor Riza (timlo.net/setyo pujis)

Solo – Sejumlah saham emiten ritel terpantau kian melorot sejak beberapa pekan terakhir. Anjloknya saham ritel tersebut diduga karena terpengaruh pergeseran pola konsumsi masyarakat dari offline ke online.

“Dengan banyaknya e-commerce yang bermunculan belakangan ini, kalau saya melihat ada terjadi pergeseran perilaku masyarakat dalam melakukan konsumsi, yaitu dari offline ke online,” ujar Kepala Kantor Perwakilan BEI Yogyakarta, Irfan Noor Riza saat dihubungi Timlo.net, Sabtu (23/9).

Dengan adanya fenomena tersebut, Irfan mengatakan turut mempengaruhi pergerakan saham khususnya yang berasal dari emiten ritel itu sendiri. Bahkan ia mengaku, gejala itu sebenarnya sudah mulai terjadi sejak maraknya kasus ojek online yang menyita perhatian public beberapa waktu yang lalu. Hanya saja kurang begitu ditangkap secara serius oleh pelaku usahanya.

“Kalau tidak ada inovasi yang dilakukan pasti akan berimbas negatif kepada emiten yang bersangkutan. Sehingga kalau ingin menguati posisinya, mesti harus dilakukan terobosan dengan mengikuti tren pemasaran online yang berkembang sekarang,” jelasnya.

Sementara itu dari pantauan Timlo.net, saham Matahari Departemen Store Tbk (LPPF) selama tiga bulan terakhir trennya mengalami penurunan yang cukup signifikan. Bahkan pada posisi (12/9) tercatat hanya berada di angka Rp 9.350 perlembar atau terendah setelah akhir Juli lalu berhasil ditutup di angka Rp 14.200 perlembar.

Kondisi serupa juga terjadi pada saham milik Ramayana Lestari Santosa Tbk (RALS), dimana pada pekan ini ditutup dengan angka Rp 935 perlembar atau turun dari posisi awal Juli yang berhasil menyentuh angka Rp 1.145 perlembar.

Editor : Dhefi Nugroho

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge