0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Hadapai Persis, PSS Tanpa Suporternya

Wakil Presiden Pasoepati, Ginda Ferachtriawan (dok.timlo.net/aryo yusri atmaja)

Solo — Duel penuh rivalitas akan tersaji di Stadion Manahan, Minggu (24/9) besok antara tuan rumah Persis Solo menjamu PSS Sleman dalam lanjutan Liga 2 babak 16 besar. Keuntungan sedikit dialami tuan rumah, lantaran PSS Sleman yang juga memiliki basis suporter besar, dipastikan tanpa didampingi fans mereka.

Laga Persis kontra PSS dipastikan tidak melibatkan fans setia Elang Jawa (julukan PSS  —Red). Hal itu tercantum dalam surat keputusan yang dikeluarkan panitia pelaksana (Panpel) Persis Solo, mengacu pada arahan pihak keamanan yakni Polresta Surakarta. Panpel Persis menerbitkan surat untuk PSS Sleman, Jumat (22/9).

Surat dengan nomor 220/Pan_Persis/IX/2017, berisi keputusan sekaligus permintaan kepada manajemen PSS, bahwa suporter PSS Sleman untuk tidak datang ke Stadion Manahan untuk pertandingan besok di Manahan. Keputusan yang dikeluarkan oleh Persis mengacu pada surat dari Polda Jateng dengan nomor B/6858/VII/2017/JTG pada 26 Juli lalu.

Tidak hanya menyangkut suporter tamu, panpel Persis juga sedang mengupayakan laga dimainkan pada Malam hari yakni kick-off pukul 19.00 WIB. Sebelumnya, fans fanatik Persis Solo yakni Pasoepati berharap PSS Sleman datang ke Manahan juga didampingi suporternya.

“Ini bukan hanya soal harmonisasi antar suporter saja. Namun lebih pada membangun image bahwa sepakbola Indonesia harus ke arah yang lebih dewasa dari sisi suporter. Kalau sedikit-sedikit dilarang datang, bagaimana saat nanti promosi di Liga 1 yang bisa bertemu dengan tim suporter besar dan fanatik. Sudah saatnya sepak bola Indonesia memahami bahwa rivalitas hanya ada selama permainan, dan kekerasan adalah hal yang kuno,” terang Wakil Presiden Pasoepati Ginda Ferachtriawan, Rabu (20/9) kemarin.

Editor : Marhaendra Wijanarko

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge